Mgn-news.com, Sofifi – Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026, komunitas Jurnalis Sofifi (JS) tengah mematangkan persiapan agenda besar yang akan memusatkan perhatian publik di Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.
Puncak perayaan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, di Alun-alun Zigaraha Tavamu Sofifi ini, dipastikan menjadi ajang strategis.
Pasalnya, JS melibatkan langsung Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan seluruh pimpinan dari sepuluh Kabupaten/Kota se-Malut untuk menyampaikan orasi politik dan gagasan pembangunan.
Berdasarkan surat edaran resmi pengurus JS tertanggal 4 Februari 2026, sejumlah tokoh kunci dijadwalkan hadir, mulai dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Walikota Tidore Kepulauan, Walikota Ternate, hingga seluruh Bupati dari Pulau Taliabu hingga Pulau Morotai.
Juru Bicara JS, Muhammad Fajar Djulhijan, menegaskan bahwa panggung ini didesain sebagai wujud nyata peran pers dalam mendorong keterbukaan informasi publik.
“Pers dijamin oleh undang-undang. Dalam pilar demokrasi, kita berada pada posisi keempat setelah eksekutif, yudikatif, dan legislatif,” ujar Fajar dalam keterangannya, Rabu (4/2/26).
Acara ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi forum bedah visi. Beberapa materi orasi yang dinanti antara lain orientasi kemakmuran versi Gubernur Sherly Tjoanda, refleksi satu tahun kepemimpinan di berbagai daerah, hingga isu sensitif seperti “Antara Kesejahteraan dan Kepungan Tambang” yang akan dipaparkan Bupati Halmahera Timur
Selain kepala daerah, jajaran Forkopimda seperti Danrem 152 Babullah, Kapolda Maluku Utara, dan Kepala Kejati Maluku Utara juga turut diundang untuk memaparkan peran institusi mereka dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum di wilayah Malut.
Fajar menambahkan, kegiatan ini merupakan momentum refleksi untuk melihat sejauh mana peran pers dalam mengawal jalannya pembangunan selama ini. Dengan berkumpulnya seluruh elemen pimpinan daerah, perayaan HPN 2026 di Sofifi diprediksi akan menjadi salah satu forum gagasan paling strategis di wilayah Maluku Utara tahun ini.







