Sahrul M. Naim.


Ternate – LMND Maluku Utara mengecam keras jebolnya Bendung Irigasi di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, yang baru selesai dibangun pada tahun 2025 melalui program Inpres dengan anggaran APBN sebesar Rp34 miliar.

Infrastruktur yang seharusnya menjadi penopang sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat itu justru mengalami kerusakan sebelum sempat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Peristiwa ini bukan sekadar kerusakan fisik sebuah bangunan, tetapi merupakan cerminan buruknya tata kelola pembangunan yang harus dipertanggungjawabkan.

Bagaimana mungkin proyek bernilai puluhan miliar rupiah yang baru selesai dibangun sudah jebol dalam waktu yang sangat singkat? Publik berhak mempertanyakan kualitas pekerjaan, pengawasan proyek, serta efektivitas penggunaan anggaran negara.

Ketua LMND Maluku Utara, Sahrul M.Naim, menilai bahwa alasan teknis apa pun tidak boleh dijadikan tameng untuk menutupi kemungkinan adanya kelalaian dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan proyek.

“Jika sebuah bendung tidak mampu bertahan bahkan sebelum beroperasi secara optimal, maka wajar jika masyarakat meragukan kualitas pembangunan yang dikerjakan” ujar Sahrul.

Ia mendesak, Kami mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, serta pihak kontraktor pelaksana untuk segera memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

“Selain itu, perlu dilakukan audit independen dan investigasi menyeluruh terhadap proyek ini agar penyebab kerusakan dapat diketahui secara objektif dan transparan” pintanya.

Sahrul juga meminta aparat penegak hukum turun tangan apabila ditemukan indikasi kelalaian, pelanggaran spesifikasi teknis, maupun potensi penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.

“Jangan sampai uang rakyat senilai Rp34 miliar habis tanpa menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat Morotai” ujarnya.

Ia menambahkan, Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran dan seremonial peresmian. Yang dibutuhkan rakyat adalah kualitas,

Negara harus hadir memastikan setiap rupiah yang berasal dari rakyat digunakan secara bertanggung jawab dan menghasilkan pembangunan yang kokoh, bukan proyek yang cepat rusak.

LMND Maluku Utara menegaskan, usut tuntas penyebab jebolnya bendung irigasi Sangowo dan buka seluruh prosesnya kepada publik. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan.