Foto: Adpim Malut
Ternate – Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Maluku Utara (IDI-Malut) resmi dikukuhkan. Pelantikan Kepengurusan IDI Malut dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto bertempat di Bela Hotel, Minggu (20/9/26).
Saat ini, kepengurusan IDI Malut dipimpin oleh Ali Akbar Taslim, dengan masa bakti 2026-2028.
Sekretaris Daerah (Sekda) Malut, Samsuddin A. Kadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi kepada IDI atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan untuk layani masyarakat.
Menurutnya, Profesi dokter memiliki tempat yang sangat penting dalam kehidupan sosial.
Peran dokter bukan hanya terbatas pada melayani pasien sakit, melainkan menjadi kunci penggerak dengan membangun kesadaran hidup sehat, mencegah penyakit, sumber edukasi, untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dan manusiawi.
Ia berharap, kepengurusan yang baru ini dapat memperkuat sinergitas antar-dokter, meningkatkan mutu dan etika profesi, sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“Mari kita perkuat kerja sama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi seluruh masyarakat Maluku Utara”. Ucapnya
Dengan terbentuknya IDI Malut, Samsuddin menitip pesan agar kedepan IDI terus menjadi mitra stratrategis yang kuat bagi pemerintah. Masukan dan pemikiran para dokter sangat dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk bagaimana memperkuat pelayanan di daerah yang aksesnya masih terbatas.
“Kepada pengurus yang baru dilantik, selamat menjalankan amanah. Jadikan organisasi ini semakin kuat, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Jaga integritas profesi, karena kepercayaan masyarakat kepada dokter dibangun bukan hanya melalui keahlian, tetapi juga melalui ketulusan dalam mengabdi.” Ungkapanya.
Bagian lain, Ketua IDI Malut, Ali Akbar Taslim dalam penyampaiannya, mengatakan pelantikan ini juga diikutsertakan dengan delapan cabang Kabupaten/Kota se Provinsi Malut. Sementara untuk dua cabang diantaranya Kabupaten Morotai dan Kabupaten Haltim yang belum belum diikutsertakan dalam pelantikan dikarenakan belum melakukan musyawarah.
Dirinya menjelaskan, dari 8 cabang di Malut memiliki 764 dokter yang terdiri dari 577 dokter umum dan 187 dokter spesialis yang tersebar di beberapa wilayah.
Ia juga berharap, dibawah kepengurusannya ini dapat memberikan manfaat bagi pelayanan kesehatan di Maluku Utara.
“IDI Wilayah Maluku Utara ingin menjadi bagian dari solusi pembangunan kesehatan daerah” Ujarnya.







