Gubernur Sherly Tjoanda
Mgn-news.com, Sofifi – Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda menyangkan sikap KAHMI yang beberapa waktu lalu melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD.
Dalam RDP tersebut, Ishak Naser, selaku Ketua KAHMI Malut mengatakan jika pembangunan jalan trans kie raha tidak memiliki arah yang jelas terutama mau dijadikan sebagai sarana aksesibilitas untuk meningkatkan perekonomian.
“Trans kie raha ini tidak jelas arahnya untuk apa, kalau bisa dikatakan arahan yang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi sektor mana yang akan didorong, apakah sektor pertambangan, apakah sektor pengolahannya, ataukah sektor mana” kata Ishak, Senin, (24/11/2025).
Ishak juga mengatakan, pembangunan jalan tersebut belum memiliki dokumen resmi. Hal itu ia ungkapkan ketika menanyakan kepada DPR dan dari pihak DPR mengakui jika Gubernur Sherly belum menyerahkan Dokumen Feasibility Study (FS).
“Ibu Gub bilang ada, saya tanya tadi ke anggota DPR mereka bilang belum ada, APBD hasil pembahasan pun belum diterima oleh DPR” tandas Ishak.
Menanggapi pernyataan tersebut, Gubernur Sherly menjelaskan jika dokumen FS sudah diserahkan kepada pihak Sekretaris DPRD Malut. Dimana dokumen yang dimaksud sudah memenuhi standar kajian yang dilakukan oleh ahli.
Gubernur Sherly menyarankan kepada KAHMI malut agar mempelajari dokumen FS dan memiliki data tandingan sebagai referensi sebelum memberikan komentar ke media.
“FS telah dilakukan oleh profesional, setelah baca FS baru kita berdebat dengan data jangan dengan perasaan” ujar Sherly, (25/11/2025).
Dengan segala pertimbangan, orang nomor satu Malut ini, memang terkenal mengambil kebijakan yang terbilang kontroversial namun memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat. Maka, ia meminta kepada KAHMI Malut untuk segera membaca dokumen FS yang sudah diserahkan ke Sekwan Malut.
Gubernur Sherly mengatakan bahwa, hal-hal yang dipertanyakan oleh KAHMI sudah tersedia dalam dokumen FS, sehingga ia kembali sarankan agar Ishak dan kawan-kawannya segera meminta dokumen tersebut guna dipelajari.
“Makanya baca dulu itu FS, dalam FS itu sudah ada Amdal, sudah ada RT/RW, sudah ada perhitungan profesional, semua pertanyaan mereka itu ada dalam FS kalau mereka sudah baca FS baru kita bisa berdiskusi, kalau FS tidak mau dibaca, kemudian diskusi dengan saya apa yang mau didiskusikan kita diskusi harus dengan data” ungkap Sherly.
Ia kembali menanggapi pernyataan Ishak Naser yang dinilai tidak memiliki dasar yang kuat dalam berargumen. Dimana Ishak beberapa waktu lalu mengatakan bahwa berita acara pembangunan jalan Trans kie raha belum diserahkan Pemprov Malut kepada DPR.
Pernyataan Ishak itu dibalas oleh Gubernur Sherly yang melihat, hanya sebatas pernyataan yang penuh fantasi dan tidak berdasar.
“Tidak ada FS sudah diterima, bicara dengan saya jangan pakai katanya, sudah ada berita acara” tandas Sherly.







