Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) Dr. Fathan Subchi, Yang Kini Menjabat Sebagai Ketua Umum PB IKA PMII.

Mgn-news.com, Ternate – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Maluku Utara (Malut) kabarnya bakal melakukan pelantikan dalam waktu dekat. Dibawah kepemimpinan sahabat Muhajirin Bailusy yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Malut ini rupanya memiliki rekam jejak yang gemilang dalam dunia politik.

Meski sempat terjadi perdebatan sengit awal mula konsolidasi, dikarenakan masih banyak senior PMII Malut yang di anggap layak memimpin IKA-PMII, pria yang sering disapa Gus Jir ini justru tampil beda, dikenal gesit dan lincah dalam percaturan politik.

Walau ia disibukkan dengan aktivitas intra parlemen, langkah memimpin IKA-PMII Malut, menurut Gus Jir tidak lain merupakan menjaga keseimbangan ekstra parlemen sebagai bentuk pengabdian organisasi terhadap umat dan bangsa.

“Sahabat-sahabat harus paham, IKA-PMII memiliki nilai politik, tapi perlu diingat, politik yang berdasarkan pada keumatan, kebangsaan, keindonesiaan, dan sudah tentu kemanusiaan” Jelas Gus Jir.

Rekam jejak politik Gus Jir tak usah ragu, mantan ketua cabang PMII Ternate ini, memiliki banyak prestasi, mulai dari mendatangkan Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) ke Malut pertama kali, hingga menjabat sebagai DPRD Kota Ternate tiga periode, dan pernah menjadi ketua DPRD Ternate bukanlah sesuatu yang mudah.

Artinya, Selama menjadi Ketua DPD PKB Ternate Gus Jir tidak sekedar membesarkan namanya sendiri, ia merupakan pemimpin partai yang getol mendorong partisipatif anggota agar memiliki nilai besar di mata masyarakat. Maka wajar, selama itu juga ia berhasil memimpin DPRD Ternate dengan membawa PKB peraih kursi terbanyak.

Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Drs. Fathan Subchi yang juga menjabat sebagai anggota Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), menilai Gus Jir merupakan sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan yang besar olehnya itu ia layak memimpin IKA-PMII Malut.

“Saya tahu, Sahabat Muhajirin Bailusy, keterlibatan dia dalam setiap kepentingan sudah tentu bukan untuk dirinya sendiri, apalagi atas nama lembaga, jadi Gus jir itu layak memimpin IKA-PMII Malut” ungkap Fathan.

Mengenai pelantikan yang dijadwalkan Januari 2026, dan Kabupaten Pulau Morotai digadang-gadang menjadi tempat pelantikan, menurut Fathan, itu sangat tepat dikarenakan Morotai merupakan pulau yang dikenal sebagai laboratorium sejarah perang Dunia II, juga memiliki pesona pantai yang eksotis.

“Kalau jadi pelantikan di sana, artinya saya dan seluruh sahabat-sahabat di Maluku Utara tidak sekedar menggelar pelantikan, tapi kita berada pada titik dunia di mana Pulau Morotai merupakan peninggalan sejarah itu, dan kita juga sedang memotret wisata bahari di sana, dengan begitu semoga ada program IKA-PMII Malut kedepan bisa bergerak di wisata bahari dan wisata sejarah, begitu ya kira-kira pak Ketua Terpilih” tanya Fathan, kepada Gus Jir

Hal itu langsung dijawab oleh Gus Jir, menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Malut kontribusi paling besar hanya berada di daratan, smentara geografi Malut sekitar 70 persen didominasi lautan. Ia berharap beberapa potensi yang belum termanfaatkan dengan baik mampu digarap dalam bentuk program oleh IKA-PMII Malut.

“Betul apa yang pak Ketua Umum PB sampaikan, kita perlu dorong PAD bukan hanya di tambang saja, sektor pariwisata juga” saut Gus Jir.

Ketika Malut mengalami pemotongan dana transfer daerah dari pusat, Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur sahabat Hi Sarbin Sehe coba mencari formula sebagai upaya untuk meningkatkan PAD.

Fathan melihat IKA-PMII Malut memiliki kesempatan besar untuk membantu Pemprov Malut, mulai dari perumusan program dan tindakan nyata diharapkan dapat direalisasi oleh sahabat setelah pelantikan nanti.

“Bantu Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur kita, saya yakin kreativitas dan inovasi dari pengurus baru ini dapat memberikan kontribusi untuk daerah” tandas Fathan.