Alumni Ika PMII Malut, Gafar Tuanane

 

Ternate– Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku Utara, nama Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Hi Sarbin Sehe, mencuat sebagai salah satu figur yang digadang-gadang oleh beberapa Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni (IKA) PMII kabupaten/kota, bakal maju. Namun, sejumlah kalangan justru menilai, langkah itu tidak tepat secara strategi dalam langkah politik.

Bagi pengamat politik Gafar Tuanane, posisi Sarbin yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur merupakan jabatan politik tinggi di tingkat provinsi. Turun ke gelanggang perebutan kursi Ketua IKA PMII Malut dinilai berisiko menurunkan level politiknya.

Oleh karena itu Gafar meminta agar PC jangan lagi keluarkan kata mendorong Wagub masuk pada ring pertarungan Muswil IKA PMII Malut.

“Dalam hitungan politik, ketika seorang pejabat setingkat wakil gubernur masuk bertarung di arena organisasi alumni, apalagi skalanya provinsi, itu terkesan step down. Publik akan menilai seolah-olah beliau menurunkan kelasnya,” ujar alumni PMII itu, Selasa (12/8/2025).

Daripada menghabiskan energi di arena Muswil, menurutnya, Sarbin justru lebih tepat memfokuskan langkah untuk merebut posisi Dewan Syura atau Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku Utara.

Sebab saat ini, PKB disebut menjadi salah satu partai strategis dan memiliki peran sentral sebagai jembatan politik pasangan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Hi Sarbin Sehe.

PKB memiliki basis konstituen yang kuat di Maluku Utara, terutama di kalangan warga Nahdliyin. Menguasai struktur partai akan memberi Sarbin modal besar dalam mengonsolidasikan kekuatan politik menuju agenda elektoral mendatang.

“Jika Sarbin bisa menjadi Dewan Syura atau Tandfidz PKB, maka ia memiliki peran penting untuk menjaga garis depan Partai. Itu jauh lebih elegan dan relevan untuk karier politiknya karena posisinya untuk saat ini sudah memiliki nilai jual yang lebih besar sebagai posisi Wakil Gubernur dibanding sekadar memimpin organisasi alumni,” lanjutnya.

Muswil IKA PMII Malut sendiri rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Beberapa nama telah muncul sebagai calon ketua, termasuk tokoh-tokoh muda yang memiliki rekam jejak panjang di organisasi. Arena Muswil diprediksi akan berlangsung ketat karena IKA PMII sering menjadi ajang konsolidasi politik di luar jalur partai.

Namun, bagi Gafar, masuk ke gelanggang tersebut justru dianggap bisa menimbulkan tafsir politik yang tidak menguntungkan. Selain dianggap ‘turun level’, dan juga berisiko kehilangan fokus terhadap tugasnya sebagai wakil gubernur dan persiapan menuju agenda politik besar pada periode mendatang.