Foto bersama usai agenda pelantikan.

Mgn-news.com, HALTIM- Pelantikan dan Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiayah (PDPM) Halmahera Timur periode 2026-2029 berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Timur, Kecamatan Kota Maba, Senin (9/2/26).

Agenda pelantikan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, juga beberapa perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan organisasi kepemudaan Se-Halmahera Timur.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Halmahera Timur, Julfikram Hi Idris dalam sambutannya, Ia menitipkan pesan penting kepada Pemerintah Daerah Halmahera Timur agar mendorong Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) tentang kepemudaan sebagai fondasi kebijakan yang berkelanjutan.

“Pak Wakil Bupati, kami Pemuda Muhammadiyah Halmahera Timur memandang penting untuk mendorong lahirnya Rencana Peraturan Daerah tentang kepemudaan sebagai fondasi kebijakan yang berkelanjutan,”tegasnya.

Menurutnya, usulan Ranperda tersebut adalah bagian tanggungjawab yang perlu disampaikan kepada pemerintah, mengingat Pemuda Muhammadiyah merupakan organisasi yang hadir ditengah masyarakat sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang memiliki taggungjawab sejarah.

Julfikram mengatakan dalam dinamika pembangunan daerah hari ini, pemuda tidak cukup hanya menjadi objek program, pemuda harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga menyerukan bahwa ideologi Pemuda Muhammadiyah sudah cukup jelas. Pemuda Muhammadiyah merupakan kader umat, kader perserikatan, dan kader bangsa.

“Sebagi kader bangsa, tanggungjawab Pemuda Muhammadiyah adalah memastikan bahwa kebijakan publik memberi ruang tumbuh bagi generasi muda.” Ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Ranperda kepemudaan bukan sekedar regulasi administrasi, melainkan komitmen daerah dalam membangun ekosistem kepemudaan yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Beberapa gagasan strategis yang disampaikan.

Pertama, jaminan akses pemuda terhadap peluang ekonomi, termasuk dukungan kewirausahaan, ekonomi kreatif dan kolaboratif dengan berbagai sektor.

Kedua, penyediaan ruang pertisipasi pemuda dalam perencanaan pembangunan daerah, sehingga suara generasi muda menjadi bagian dari arah kebijakan.

Ketiga, kemitraan strategis antar pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan dan masyarakat sipil dalam mambangun gerakan kepemudaan yang berkelanjutan.

Seraya menambahkan, Pemuda Muhammadiyah saat ini dianggap selalu siap untuk menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam merumuskan kebijakan demi kepentikan publik.

“Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai langkah bersama untuk memastikan, bahwa kepemudaan tidak hanya menjadi wacana tetapi menjadi agenda strategis pembangunan daerah,”tandasnya.