Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat

HALTIM – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) akan meningkatkan koordinasi lintas sektor demi mempercepat operasional Rumah Sakit (RS) Pratama Wasileo, Halmahera Timur. Langkah strategis ini diambil guna memastikan masyarakat di wilayah Wasileo dan sekitarnya bisa segera menikmati fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat menyatakan, langkah utama yang mendesak saat ini adalah berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal ini menjadi prioritas karena kebutuhan daya listrik untuk mendukung operasional rumah sakit sangat besar.

Hingga saat ini, kendala utama operasional RS Pratama Wasileo hanya menyisakan satu item, yaitu pasokan daya listrik (power supply) dari PLN.

Selain pemenuhan daya listrik, pemantapan fasilitas fisik RS Pratama Wasileo juga dilakukan secara simultan dengan melibatkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kedua instansi tersebut akan ditugaskan untuk membangun fasilitas pendukung penting, seperti akses jalan masuk dan sistem drainase di area lingkungan rumah sakit, termasuk kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis lainnya juga terus dipacu agar target operasional dapat tercapai.

Sebagai langkah terobosan, Pemkab Halmahera Timur juga akan menggandeng sejumlah perusahaan tambang yang aktif beroperasi di wilayah tersebut. Pemerintah daerah mendorong agar program pemberdayaan masyarakat atau Corporate Social Responsibility (CSR) menyentuh sektor pelayanan publik yang lebih luas, khususnya pendidikan dan kesehatan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengembangan RS Wasileo.

“Akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang aktif di Halmahera Timur untuk program pemberdayaannya tidak hanya masuk pada ring satu tetapi juga masuk ke pelayanan pendidikan dan kesehatan,” ujar Ricky pada Kamis (11/06/2026).

Ricky menambahkan, konsep kolaborasi dengan sektor swasta ini sebelumnya telah sukses diterapkan di RSUD Maba. Strategi kemitraan tersebut dinilai sangat krusial mengingat RS Pratama Wasileo saat ini masih kekurangan Alat Kesehatan (Alkes) dan dokter spesialis.

Meski dihadapkan pada tantangan tersebut, pihaknya memastikan bahwa kebutuhan dasar untuk standar dokter wajib saat ini sudah berhasil terpenuhi dengan baik.