Wamennaker Bersama Sekda Malut Saat melihat Karya anak-anak SMK.

Ternate – Pemprov Malut kembali membuat gebrakan baru dalam meningkatkan kompetensi SDM dengan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan RI. Langkah ini sesuai dengan target Gubernur Sherly Tjoanda dalam upaya mendorong pendidikan lebih mengarah ke kemandirian ekonomi.

Dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Produktivitas, Wamenaker Dr. Afriyansyah Noor, menyampaikan bahwa kehadirannya di Maluku Utara merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas SDMlokal. Pada Batch IV ini, terdapat 26 jenis pelatihan vokasi nasional yang berhasil meluluskan 416 peserta, bersamaan dengan dibukanya kelas peningkatan produktivitas yang diikuti oleh 50 pekerja dari berbagai perusahaan besar seperti PT Bela, PT Position, dan PT Feni Haltim.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh pejabat tinggi daerah, diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Samsuddin A. Kadir, Kepala BPVP Ternate, Kadisnakertrans Provinsi Malut, Kadisnaker Kota Ternate, Dekan Fakultas Budaya Universitas Khairun (Unkhair), serta jajaran pimpinan perusahaan, akademisi, dan ratusan peserta pelatihan

“Kehadiran kami di sini adalah wujud kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Sesuai arahan dan direktif Presiden Prabowo Subianto, fokus utama kita adalah mendongkrak skill dan kompetensi SDM Indonesia melalui program magang nasional dan pelatihan vokasi nasional,” ujar Afriansyah.

Lebih lanjut, Afriansyah mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan kuota pelatihan vokasi nasional sebanyak 270.000 orang di tahun 2026. Program ini difasilitasi secara gratis tanpa dipungut biaya, lengkap dengan pemberian uang saku, terutama bagi para lulusan baru tingkat SMA/SMK sederajat.

“Provinsi Maluku Utara memiliki potensi industri yang sangat besar. Oleh karena itu, kita harus menerapkan konsep link and match agar lulusan pelatihan langsung terserap oleh kebutuhan pasar kerja setempat. Kedepan, dengan bonus demografi yang melimpah, kita siapkan mereka agar mampu bersaing hingga ke luar negeri dibekali sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” tegas Wamenaker.

Ia kemudian secara resmi menutup Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, Jumat (18/9/26).

Sebelumnya, Hal ini sudah disampaikan oleh Gubernur Sherly Tjoanda yang secara konsisten mendorong transformasi pendidikan yang diintegrasikan langsung dengan penguatan sektor ekonomi. Melalui pendekatan ini, Gubernur Sherly berkomitmen menciptakan sumber daya manusia (SDM) lokal yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia industri, kemajuan teknologi, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Kalian harus memiliki nilai diri yang kuat yang bisa ditawarkan ke dunia industri. Tidak cukup hanya IPK tinggi, tapi juga konsistensi nilai dan integritas” hara Sherly (23/6/26).

Yang dimaksud dengan pendidikan yang terintegrasi menurut Sherly adalah kemampuan tata kelola Pemda dalam melihat potensi, sehingga penyelarasan kurikulum berbasis industri agar SDM siap pakai dapat terpenuhi, dengan begitu dapat membawa Malut sejahtera dari bawah.

Dengan hadirnya program kemenaker ini, maka dapat menjawab mimpi Gubernur Sherly demi kepentingan mewujudkan Malut Sejahtera.