Jumpa Pers PC NU Kepulauan Sula.
Sula – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC–NU) Kabupaten Kepulauan Sula melakukan konsolidasi pasca pengesahan oleh PBNU, Minggu 26 Juli 2026 di Waimuna Coffe.
Ketua PC NU kepulauan Sula Safruddin Sapsuha menyampaikan jumpa pers dan konsolidasi organisasi ini dimaksudkan membangun hubungan baik, sekaligus meningkatkan kerja sama strategis dengan insan Pers.
Safrudin juga menyampaikan Keputusan PBNU Nomor 735/PB.01/A.II.01.45/99/07/2026 Tentang Pengesahan PCNU Kabupaten Kepulauan Sula Masa Khidmat 2026-2031. Selain dari itu kegiatan ini juga bertujuan memberikan edukasi terhadap warga Nahdliyin Kepulauan Sula untuk Kembali bersatu.
Diketahui, pertemuan dan jumpa pers di hadiri oleh
1. Saiful Djafar Arfa, S.Pd.,M.Pd.I (Wakil Rais) / Dihubungi Via Watshap
2. As’ad Soemole, S.Pd.I (Katib Syuriah)
3. Barkah Soamole, SE., M.Ec., Dev (A’wan)
4. Sadaha Pauwa (A’wan)
5. Sarfudin Sapsuha, S.Hi.,M.H (Ketua Tanfidziyah)
6. Ramli K Yacub, S.Pd.,M.Si (Sekretaris Tanfidziyah)
7. Sahabuddin Lumbessy, S.Pd.I.,M.Pd.I (Wakil Ketua)
8. Najib Tabaika, S.Pd.I (Wakil Ketua)
9. Abujan Abu, SE (Bendahara)
10. Aji Tidore (Wakil Sekretaris)
11. Yusri Embisa, S.Pd (Wakil Sekretaris)
12. Sarmin Safiudin, S.Pd. (Wakil Bendahara)
13. Ramadan Duwila (Wakil Bendahara)
14. Junaidi Buamona (Wakil Bendahara)
15. Abdul Basir Panigfat, S.Pi (Ketua PC GP Ansor Kep.Sula)
16. Yusuf Muhammad, S.Hi (Ketua Rijalul Ansor Kepulauan Sula)
Selain dari Pengurus PCNU Kepulauan Sula dan badan Otonom NU sebagai langkah merawat strategis merawat dan menjaga rumah besar NU. Maka dari itu:
1. Berdasarkan atas Putusan Majelis Tahkim Nahdlatul Ulama Nomor : 05/P/Mtnu/Vii/2026 Tentang: Penyelesaian Perselisihan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, terdapat fakta-fakta sebagaimana penjelasan Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK).
PBNU dan Tim Panel Percepatan SK bahwa, PWNU Maluku Utara dan 10 PCNU se-maluku Utara, hampir semuanya bermasalah secara administratif, Pendidikan dan Pelatihan Kader Penggerak NU (PD PKPNU) di Maluku Utara hanya terjadi satu kali di Ternate.
Olehnya itu, langkah menunjukkan penataan organisasi yang belum baik serta kondisi administratif di Maluku Utara sangat lemah, serta terdapat berbagai macam permasalahan Konfercab PCNU Se-Maluku Utara diantaranya pelaksanaan Konfercab tidak mendapatkan izin dan/atau dihadiri PBNU ini bagian dari kelalaian Pengurus Wilayah dalam menjalankan sistem Organisai.
2. Dengan adanya Permasalahan ini, PCNU Kepulauan Sula meminta Kepada PBNU Untuk Melakukan Evaluasi terhadap Kinerja PWNU Maluku Utara demi Ketertiban administarasi Organisasi dan kelancaran MUKTAMAR NU Ke 35.
Demi Perbaikan sistem Organisasi Nahdlatul Ulama Di Propinsi Maluku Utara, maka diusulkan Kepada PBNU Untuk melakukan Restrukturisasi dengan Cara Menentukan Karateker PWNU Maluku Utara dan percepatan pengesahan hasil-hasil Konferensi Cabang (KONFERCAB) yang telah diselenggarakan Oleh Masing-masing PCNU Se-Maluku Utara. Demi Kelancaran dan ketertiban MUKTAMAR NU Ke 35.
3. PCNU Kepulauan Sula akan melakukan Ijtima Pengurus PCNU Kepulauan Sula dengan Para Ulama se-Kepulauan Sula untuk membahas dan mengkaji poin-poin Kepentingan Masyarakat Kepulauan Sula untuk dibawa dan diajukan Kepada Pemerintah Pusat Melalui Forum Muktamar NU Ke 35, dengan melibatkan seluruh stekeholder terutama awak media lokal untuk bersama mengawal kepentingan masyarakat kepulauan Sula secara kllektif.







