Ternate – Usai menghadiri pembukaan Festival Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA) II Provinsi Maluku Utara di Lapangan Ngara Lamo, Salero, Kota Ternate, Senin (6/7), Menteri Agama RI melanjutkan agenda kunjungan ke Kedaton Kesultanan Ternate.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara KH. Amar Manaf, Jogugu Kesultanan Ternate KH. Mahmud Julkiram, Imam Masjid Sultan Ternate Dr. Hidayatus Salam, serta Wakil Gubernur Maluku Utara.

Di dalam Kedaton, Menteri Agama berkesempatan melihat secara langsung naskah klasik Al-Qur’an tulisan tangan yang hingga kini masih tersimpan dan terawat sebagai salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Ternate. Menurut Jogugu Kesultanan Ternate, mushaf tersebut diperkirakan ditulis pada sekitar abad ke-16 atau era tahun 1500-an.

Menteri Agama tampak menelusuri lembar demi lembar mushaf kuno tersebut dengan penuh khidmat. Kepada pengelola Kedaton, beliau berpesan agar naskah bersejarah tersebut terus dijaga, dirawat, dan dilestarikan sebagai aset sejarah sekaligus warisan literasi Islam yang sangat berharga bagi bangsa.

“Ini adalah aset sejarah yang harus dijaga dan dirawat sebagai warisan literasi atau karya tulis. Semoga keberadaannya menjadi inspirasi dan penyemangat bagi generasi mendatang untuk mencintai ilmu pengetahuan dan menjaga warisan peradaban,” pesan Menteri Agama sebagaimana disampaikan Jogugu Kesultanan Ternate.

Selain meninjau koleksi sejarah, Menteri Agama juga memasuki Ruang Puji, sebuah ruang meditasi dan tafakur yang menjadi bagian dari tradisi spiritual di Kedaton Ternate. Menurut Jogugu, ruangan tersebut hanya dapat dimasuki oleh satu orang pada satu waktu sebagai tempat bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di ruang tersebut, Menteri Agama memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan daerah, seraya memohon agar Maluku Utara dan Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, serta keberkahan, sehingga terwujud negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.