Tobelo — Mantan pengurus DPD GAMKI Maluku Utara, Teiser Teby, secara tegas mendesak Ketua GAMKI Halmahera Utara, Aksandri Kitong, untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Desakan ini disampaikan menyusul dugaan tindakan provokatif yang dilakukan oleh Aksandri Kitong dalam sebuah grup WhatsApp, yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Selain itu, Aksandri Kitong juga diduga melarang anggota GAMKI untuk melakukan diskusi buku di dalam forum internal, bahkan menyebut kegiatan diskusi tersebut dengan kata-kata yang tidak pantas. Sikap ini dinilai mencederai semangat intelektualitas dan tradisi berpikir kritis yang selama ini menjadi bagian dari nilai-nilai kaderisasi GAMKI.
Teiser Teby menilai bahwa sebagai seorang pemimpin organisasi kepemudaan Kristen, Aksandri Kitong seharusnya menjadi teladan dalam menjaga suasana yang kondusif, menjunjung etika komunikasi, serta mendorong ruang-ruang diskusi yang sehat, bukan justru membungkam dan merendahkan aktivitas intelektual kader.
“Seorang Ketua GAMKI harus menjaga nilai-nilai damai, persatuan, serta menghargai proses pembinaan kader. Jika justru diduga melakukan provokasi dan merendahkan ruang diskusi, maka secara etika dan moral, yang bersangkutan sebaiknya mundur,” tegas Teiser.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini penting untuk menjaga marwah organisasi GAMKI di Halmahera Utara agar tetap menjadi wadah kaderisasi yang sehat, kritis, dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Teiser Teby meminta kepada seluruh kader GAMKI agar tetap menjaga solidaritas, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan dialog dan mekanisme organisasi dalam menyikapi persoalan ini.







