Jaidi A Gani,S.Kom,.M.I.Kom
Wakil Ketua Komunitas Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sowoli Kecamatan Maba Selatan

Wisata mangrove Ubli Desa Sowoli Kecamatan Maba Selatan merupakan salah satu potensi pariwisata alam yang kaya akan keindahan ekosistem pesisir sekaligus nilai edukatif tentang lingkungan.

Namun, keberhasilan pengembangan potensi wisata ini tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya saja, melainkan juga oleh tingkat kesadaran masyarakat dan peran aktif komunitas lokal, khususnya Kelompok Sadar Wisata  (Pokdarwis) Desa Sowoli.

Kesadaran Wisata sebagai Pondasi Utama
Kesadaran wisata bukan sekadar menyadari bahwa tempatnya “indah,” tetapi juga mencakup:

  •  Kesadaran akan nilai ekonomi: masyarakat menyadari bahwa wisata mangrove dapat menjadi sumber pendapatan baik melalui jasa pemandu, kuliner lokal, maupun homestay.
  • Kesadaran lingkungan: memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove demi keberlanjutan wisata dan kebutuhan generasi mendatang.
  • Kesadaran budaya dan sosial: menghargai tamu dan menjaga tradisi lokal agar wisata terasa autentik dan berkesan.

Tanpa kesadaran kolektif ini, semua upaya pengembangan bisa jadi kurang optimal karena kurangnya partisipasi aktif masyarakat.

Peran Pokdarwis Desa Sowoli memiliki peran strategis dalam memaksimalkan potensi wisata mangrove Ubli melalui beberapa aspek:

1. Penggerak Komunitas
Pokdarwis menjadi pionir dalam mengajak masyarakat untuk:

  • menjaga kebersihan lingkungan mangrove,
  • terlibat dalam kegiatan wisata seperti menjadi pemandu lokal,
  • menyusun aturan sederhana yang mengatur kunjungan wisata.

Dengan begitu, masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam mengelola pariwisata lokal.

2. Edukasi dan Pelatihan
Peran Pokdarwis dalam memberikan pelatihan terkait:

  •  pelayanan wisata,
  •  etika pemanduan,
  •  pemasaran digital sederhana,
    membantu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada wisatawan.

Ini penting agar pengalaman pengunjung menjadi lebih baik dan potensial untuk merekomendasikan kepada orang lain.

Promosi dan Jejak Digital Pokdarwis desa sowoli dapat berperan memperluas jangkauan promosi melalui media sosial, kerja sama dengan komunitas travel blog/UMKM, atau dengan berkolaborasi bersama pemerintah desa. Upaya ini membantu membuka akses pasar yang lebih luas bagi wisata mangrove Ubli.

Tiga Tantangan dan Harapan

Walaupun peran Pokdarwis sangat penting, tetap ada tantangan seperti:

  • keterbatasan anggaran untuk pengembangan fasilitas,
  • tantangan menjaga konsistensi partisipasi warga,
  • persaingan dengan destinasi wisata lain.

Namun, dengan dukungan Pemerintah Daerah, sektor swasta, serta meningkatnya kesadaran masyarakat, potensinya bisa lebih maksimal. Kesadaran wisata masyarakat dan peran aktif  Pokdarwis Desa Sowoli menjadi dua pilar yang saling memperkuat dalam memaksimalkan potensi wisata mangrove Ubli.

Ketika masyarakat secara kolektif memahami nilai pariwisata dan Pokdarwis mampu menjadi fasilitator yang efektif, wisata mangrove tidak hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga sumber kesejahteraan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.