Reses Wakil Ketua DPRD Malut Husni Bopeng, di Desa Gufasa, Kecamatan Jailolo Halmahera Barat, Selasa (13/5/2025).
Mgn-news.com, Jailolo – Komitmen Wakil Ketua DPRD Malut, Husni Bopeng dalam upaya memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat terus berlanjut.
Dalam agenda reses kedua yang berlangsung pada tanggal 13 Mei 2025, di Desa Gufasa Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, srikandi partai Nasdem ini mengadakan pertemuan tatap muka dengan para pemuda dan masyarakat setempat.
Agenda ini menjadi catatan penting bagi Husni mewakili masyarakat pada daerah pilihannya untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan UMKM Desa Gofasa.
Rizky, pemuda Desa Gufasa sekaligus merupakan ketua kelompok bengkel basudara, dalam kesempatan menyampaikan harapan agar kelompoknya yang terhimpun 12 anak mudah bisa menjadi perhatian pemerintah, terutama peralatan yang perlu sangat dibutuhka.
“Saya berharap ibu wakil bisa membantu peralatan yang kami butuhkan disini” ungkap Rizky.
Mendengar penyampaian tersebut, Husni merasa ini moment yang tepat buat membantu kreativitas anak mudah desa Gofasa. Ia mekankan bahwa dalam setiapagenda reses sering ia sampaikan terkait bantuan alat perbengkelan namun baru ia dapatkan pengajuan permintaan itu di Desa Gufasa.
“dalam agenda reses, selalu saya sampaikan terkait UMKM di sektor anak mudah yang mau buka usaha bengkel, tapi baru kali ini saya mendengar langsung permintaan itu, jadi silahkan ketua kelompok segera ajukan proposal, tiga bulan kedepan alat-alat perbengkelan akan saya berikan” Jawab Husni
Disisi lain, politisi Nasedem ini melihat perlunya pemberdayaan Ibu Rumah Tangga (IRT) di desa. Ia berencana memberikan bantuan peralatan berupa alat pembuatan roti dan alat masak keripik singkong.“tahun ini satu dulu, buat ibu-ibu desa Gufasa semoga bisa dimanfaatkan dengan baik” tambahnya.
Setelah fokus pengembangan UMKM, Husni juga berencana memberikan dukungan kepada Sanggar Makuwaro Desa Gufasa. Sanggar ini menjadi aikon yang memerankan sejarah lewat seni tari dan musik. Dalam kesempatannya, ia sampaikan bahwa sanggar merupakan sumber daya desa, yang perlu dikembangkan agar dapat bertahan.
“kalau untuk permintaan sanggar, berkaitan dengan gong, tifa (beduk), tahun ini saya dapat realisasikan, tapi kalau untuk piano, saya dapat membantu tapi tahun depan” tutur Husni.
Wakil ketua komisi II ini juga tetap memberikan ruang bagi anak-anak mudah yang mau berminat karis di industri pertambangan, sehingga ia sudah menyediakan akses agar dapat mengikutsertakan anakuda menjadi peserta trening alat berat.
“Saya sudah bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi sama PT. IWIP, bagi yang berminat silahkan ajukan diri kalian saya akan kawal” tandas Husni.







