Spanduk tuntutan warga Soagimalaha.

Mgn-news.com, HALTIM—Sekelompok Warga yang tergabung dalam karang taruna Jiko Mobon, Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar aksi di dekat kawasan PT. Tandra Daya Jaya (TDJ).

Aksi tersebut dipicu oleh masalah perekrutan kariawan yang dianggap tidak merata dan tidak memprioritaskan anak daerah khususnya wilayah lingkar tambang.

Sekelompok warga pada satu satu wilayah operasional tambang datang dan duduki Pos jaga PT. Adita Nikel Indonesia (ANI) selaku pemilik Ijin Usaha Pertambangan (IUP) atau pemegang Kuasa Pertambangan (KP).

Ketua karang taruna Jiko Mobon, Desa Soagimalaha, Wahab Wonim mengatakan, aksi yang dilakukan oleh pihaknya saat ini yaitu menuntut pemerataan perekrutan karyawan yang dilakukan PT. TDJ selaku Sub Kontraktor di PT.ANI.

Desakan tersebut didasarkan pada penilaian terkait transparansi perekrutan tenaga kerja terhadap masyarakat lingkar tambang yang menurut mereka perekrutan tengaga kerja yang di lakukan oleh PT. TDJ dianggap sangat tertutup.

“Dari seratus persen perekrutan karyawan, delapan puluh persen orang diluar ring satu, dua puluh persen putra daerah yang merupakan wilayah ring satu,” tutur Wahab.

Tuntutan warga ini menurut Wahab bahwa PT. TDJ hingga sampai saat ini tampaknya masih mengabaikan hak warga yang berada di lingkar tambang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh Wahab, pengajuan lamaran ke perusahaan oleh warga lingkar gambang terutama masyarakat soagimalaha sudah berulang kali sudah diserahkan ke pihak perusahan, namun hingga memasuki satu bulan november 2025 namun, hingga kini tak kunjung ada hasil.

Aksi damai ini untuk memastikan hal tersebut dapat diakomodir oleh perusahan agar ada pemeratan dari 100% perekrutan karyawan, 60% harus warga lokal wilayah operasional tambang.

Ia juga mendesak, jika pihak perusahaan tidak mengindahkan tuntutan warga maka Ia bersama seluruh pemuda bakal terus menduduki wilayah operasi perusahaan tersebut.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Adhita Nikel Indonesia (ANI) Amin Barun saat menanggapi peserta aksi mengakui jika aksi ini kemungkinan akan ditindak lanjuti.

Sekedar informasi tambahan, PT.ANI sendiri terdapat 4 perusahaan subkontraktor yaitu PT. TDJ kemudian PT.Amanah Minang Indonesia (AMIN) kemudian PT. Supreme Nikel Indonesia (SNI) kemudian PT.Pesona Indo Makmur (PIM).