Kapala Pelni


Mgn-news.com, Sofifi – Jasa Pelayaran Nasional Indonesia (PT. Pelni) berencana mendatangkan satu buah kapal perintis yang nantinya bakal berlabuh di Pelabuhan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Rencana ini merupakan permintaan dari Pemda Halut, dan sementara masih dalam tahapan pengusulan ke PT. Pelni pusat.

Kepala PT. Pelni Cabang Ternate, Lutfi Israr, saat dihubungi media ini melalui sambungan whatsapp, ia mengatakan, bahwa untuk sementara pihak Pelni bersama pemerintah Halut, Dishub Provinsi, dan Dirjen Perhubungan Laut mengadakan survei terkait kondisi pelabuhan Tobelo.

Survei ini dilakukan untuk meninjau kondisi yang ada di pelabuhan, baik alur masuk kapal maupun fasilitas berupa terminal yang tersedia.

“Jadi memang ada rencana sehingga dari PT. Pelni, Pemda Halut, Provinsi, dan Dirjen Perhubungan Laut, melakukan survei bersama tentang kelayakan agar kapal itu dapat masuk di pelabuhan Tobelo. karena ada permintaan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, nah sebelum itu terealisasi kita perlu mengadakan survei sarana prasarana yang ada di pelabuhan, baik itu kondisi pelabuhan termasuk juga kondisi terminal” jelas Lutfi, Rabu, (22/10/2025).

Apabila rencana ini berhasil, maka kontribusi Pelni dalam mengontrol rentan kendali wilayah Terpencil, Terdepan, Terbelakang, dan Perbatasan (3TP) di Maluku Utara (Malut) dapat teratasi, mengingat Malut sendiri berada pada tujuh puluh persen lautan yang mendominasi, artinya tidak ada transportasi lain selain kapal perintis dari PT. Pelni yang dapat menghubungkan urat perekonomian masyarakat.

Atas dasar itulah, Lutfi menegaskan, melalui permintaan Pemda Halut, sebagai operator jasa pelayaran akan mengupayakan permintaan tersebut agar bisa terealisasi.

“Permintaan ini dari Pemda, kami selaku operator jasa pelayaran akan bekerja sesanggup mungkin untuk merealisasikan permintaan” tegas Lutfi.

Lutfi menambahkan, terkait rute pelayaran dari Pelabuhan Tobelo ke Pelabuhan tujuan belum bisa ia jabarkan mengingat ini masih tahapan perencanaan, dikarenakan belum ada petunjuk teknis (juknis).

“Terkait dengan rute pelayaran apakah hanya melayani dalam daerah atau berlayar keluar belum ada petunjuk resmi, jadi saya belum bisa menyampaikan terkait hal itu” tandas Lutfi.

Sebagai tambahan informasi, Halmahera Utara merupakan Kabupaten yang berada berada dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki) tiga, yang berdekatan langsung dengan Samudra Pasifik. Tobelo juga menjadi pusat ekonomi di pulau Halmahera yang menghubungkan Halmahera Timur (Haltim), Halmahera Barat, dan Pulau Morotai.

Beberapa komoditas unggulan hasil pertanian perkebunan berupa Kopra, Cengkeh dan Pala setiap saat mendarat mengisi penuh gudang-gudang yang ada di sana sebelum dibawah lanjut menggunakan kapal laut ke Manado dan Surabaya.

Lutfi menjelaskan bahwa, kapal yang bakal didatangkan adalah kapal yang siap beroperasi sebagai pengangkut penumpang sekaligus barang.

“Kapal yang bakal masuk adalah kapal penumpang Pelni, bisa juga mengangkut barang” ujar Lutfi.(red)