Halmahera Timur — Dinas Pertanahan dan Lingkungan hidup Halmahera Timur (DPLH Haltim) meganggap Sungai Muria yang terletak di Subaim Halmahera Timur masih relatif aman.
Hal ini diungkapkan oleh Basra Kura, S.Hut Sekretaris DPLH Haltim saat di temui tepat di ruang kerjanya pada Jumat (07/11/2025).
“Sungai Muria, sampai saat ini kualitas airnya masih relatif bagus secara kimia dan biologi” ucapnya.
Dirinya menganggap bahwa terkait kondisi keruhnya sungai muria itu tanpa ada aktifitas pertambangan juga mengalami kekeruhan.
Menurutnya, Terkait TSS sungai muria itu dipastikan tanpa aktifitas pun kekeruhan pasti ada dan pasti melebihi baku mutu”tandasnya.
Walaupun Total Suspended Solids (TSS) atau Total Padatan Tersuspensi mengenai dugaan pencemaran, baginya mengalami peningkatan namun untuk kualitas air masih relatif aman.
“Yang pasti sungai Muria semua parameter termaksud dilihat dari E, Colinya masih dibawah baku mutu, terkecuali kekeruhan dari hasil uji TSS-nya”katanya.
Basra menambahkan mengenai dugaan pencemaran, untuk DPLH Haltim sendiri tetap mengacu pada definisi Pencemaran jika berkaitan dengan kondisi sungai Muria.
“Kalau di UU no 32 tahun 2009, definisi pencemaran itu adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu, maka sungai Muria kualitas airnya masih dikatain aman”tambahnya.







