MOROTAI – Rektor Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, Irfan Hi. Abd. Rahman, S.T., M.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap diskusi yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pelajar Mahasiswa-Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (AMPP TOGAMMOLOKA) Maluku Utara dan Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Morotai (PB HIPMAMORO) dalam refleksi kritis memperingati 17 tahun berdirinya Kabupaten Morotai.

Irfan menilai ruang dialog semacam ini merupakan langkah positif yang harus terus didorong secara berkelanjutan. Namun, ia menekankan agar diskusi tersebut tidak hanya berhenti pada tataran wacana, melainkan harus menghasilkan rekomendasi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kegiatannya sangat positif dan perlu didorong terus. Namun ke depan, saya berharap hal ini tidak berhenti di meja diskusi saja. Perlu ada rekomendasi hasil diskusi yang konkret untuk membenahi kondisi yang ada,” ujar Irfan usai dialog tersebut, Senin (06/04/2026).

Ia juga memuji kualitas debat dalam forum tersebut yang dinilai sangat hidup. Menurutnya, meskipun perdebatan terjadi antara senior dan junior, fokus utama tetap pada pertarungan gagasan yang objektif dalam memotret kondisi Morotai saat ini.

Dorong Dialog dengan Pemangku Kepentingan

Irfan menyarankan agar forum serupa di masa mendatang dapat memperluas jangkauan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, seperti anggota DPRD Provinsi daerah pemilihan (Dapil) Halmahera Utara-Morotai serta Pemerintah Daerah.

“Saya berharap ke depan diskusi ini bisa melibatkan teman-teman di DPRD Provinsi dan Pemerintah Daerah agar bisa duduk bersama. Tujuannya untuk merumuskan solusi dan komitmen bersama dalam mengurai permasalahan di Morotai maupun Halmahera Utara,” tambahnya.

Rektor Unipas ini memimpikan adanya agenda khusus di mana para aktivis TOGAMMOLOKA dan HIPMAMORO dapat berhadapan langsung dengan wakil rakyat di tingkat provinsi. Karena selama ini belum ada ruang formal yang mempertemukan pemikiran kritis para aktivis dengan agenda perjuangan para anggota dewan.

“Bila perlu, kepala daerah juga diundang agar bisa langsung menjawab persoalan yang dikemukakan oleh teman-teman aktivis. Ini penting agar curah gagasan antara apa yang dikaji aktivis dan apa yang diperjuangkan di parlemen bisa selaras,” pungkasnya.