Lolobata, Maluku Utara-Semangat mencetak generasi Qur’ani di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah, Halmahera Timur mendapat dukungan luas dengan adanya wacana pendirian lembaga pendidikan formal bernuansa keagamaan, yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Wacana ini mengemuka dalam kegiatan Khatmil Qur’an yang digelar oleh Majelis Ta’lim Babussalam dan TPQ As-Salasa pada Senin pagi (9 Juni 2025), diikuti oleh 24 peserta. Acara ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustadzah Fathimah Abd. Gani, M.A., dosen IAIN Ternate, yang mengajak jamaah untuk memperkuat ketakwaan melalui Al-Qur’an.
“Mari kita membaca, mengajarkan, dan mengamalkan Al-Qur’an. Namun yang tidak kalah penting, pendidikan adab juga harus menjadi perhatian utama bagi generasi kita,” pesan beliau dalam ceramahnya.
Dalam suasana religius tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kemenag Maluku Utara, H. Yamin L. Tjokra, S.HI., M.Pd, menyampaikan dukungan resmi atas pendirian madrasah di Desa Lolobata. Ia menyatakan pentingnya kehadiran lembaga formal untuk memperkuat pembinaan qori-qoriah di wilayah ini.
“Kalau hanya mengandalkan TPQ dan majelis taklim tanpa madrasah formal, itu kurang menggigit. Masyarakat sudah sepakat, tinggal kita siapkan lahannya. Saya minta Pak Salim Taib dan Ibu Fatma Salasa jadi penanggung jawab perizinan,” ujarnya.
Kepala Kemenag Halmahera Timur, Drs. H. Idris Kama, juga menegaskan perlunya pendirian lembaga pendidikan keagamaan sebagai benteng generasi di era perubahan.
“Kalau bisa, kita hadirkan MTs atau Madrasah Aliyah di Lolobata untuk memperkuat kaderisasi qori dan qoriah. Rasulullah pun sudah mengingatkan kita untuk mendidik anak-anak sesuai zamannya,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Camat Wasile Tengah, Samsyariah Muchsin, S.E, yang berkomitmen membantu pemerintah desa dalam menyediakan lahan dan fasilitas pendukung.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi masyarakat, pendirian madrasah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun generasi Qur’ani yang unggul di Halmahera Timur.







