Dokumentasi kegiatan Khatmil Qur’an yang digelar pada Senin pagi, 9 Juni 2025, oleh Majelis Ta’lim Babussalam dan TPQ As-Salasa, dengan melibatkan 24 peserta khatam.
Lolobata, Maluku Utara-Semangat kolaborasi dan kebersamaan mewarnai persiapan Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah, dalam menyongsong Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Halmahera Timur tahun 2026. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Khatmil Qur’an yang digelar pada Senin pagi, 9 Juni 2025, oleh Majelis Ta’lim Babussalam dan TPQ As-Salasa, dengan melibatkan 24 peserta khatam.
Kegiatan ini menjadi momentum awal membangun semangat bersama dalam mempersiapkan desa sebagai tuan rumah yang layak dan membanggakan. Hadir dalam acara tersebut berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, hingga perwakilan Kementerian Agama yang menyatakan komitmen untuk bersinergi dalam mewujudkan sukses MTQ 2026.
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Fathimah Abd. Gani, M.A., dosen IAIN Ternate, menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar membangun karakter generasi.
“Kita tidak hanya fokus pada kesempurnaan bacaan, tapi juga pada pengamalan Al-Qur’an. Selain itu Pendidikan adab harus juga diutamakan dalam membina generasi yang saleh dan berakhlak mulia, sebagaimana yang adab yang dikisahkan antara Nabi Khidir as dan Nabi Musa as” ungkapnya dalam tausiyah.
Bagian lain, Camat Wasile Tengah, Samsyariah Muchsin, S.E, juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan meninggalkan perbedaan dalam rangka menyukseskan MTQ.
“Ini bukan hanya hajatan pemerintah, tapi hajatan kita semua. Mari kita kuatkan kerja sama, bergandengan tangan agar MTQ 2026 menjadi yang terbaik,” serunya.
Sementara itu, Ketua Panitia Salim Taib, S.Ag, menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur seperti jalan dan air bersih yang perlu ditangani bersama.
“kita berharap air bersih dan ketersediaan lainnya bisa terpenuhi untuk menyambut 20-40 peserta dari 10 kecamatan, karena tanpa dukungan sarana seperti jalan dan prasarana dasar seperti air ini masalah, maka kita perlu solusi kolaboratif terutama dari pemerintah Desa dan kecamatan serta pemerintah kabupaten,” pintanya.
Komitmen dukungan juga datang dari Kepala Kemenag Halmahera Timur, Drs. H. Idris Kama, yang menekankan bahwa MTQ bukan hanya acara seremonial, melainkan ajang pembinaan umat dan media silaturahim antar daerah.
“Persiapan Pendidikan baik formal maupun non formal, harus berjalan beriringan. Kita butuh kerja sama lintas sektor agar MTQ ini benar-benar bermakna dan membanggakan,” ucapnya.
Lebih jauh, Kabid Pendidikan Islam Kemenag Maluku Utara, H. Yamin L. Tjokra, S.HI., M.Pd, menyampaikan bahwa dukungan masyarakat terhadap pembangunan madrasah di desa ini akan menjadi bagian penting dari strategi pembinaan jangka panjang generasi Qur’an.
“Tanpa madrasah formal, pembinaan kita kurang “menggigit”. Karena itu dengan semangat dan dukungan masyarakat yang tinggi seperti ini, maka sudah seharusnya didirikan lembaga formal seperti MA dan Mts” tuturnya.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama, Desa Lolobata siap melangkah menuju sukses MTQ Kabupaten Halmahera Timur 2026. Kolaborasi yang dibangun sejak dini menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan acara yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna dan manfaat bagi generasi mendatang.







