Gubernur Sherly Bersama Kepala BPTD Kelas II Malut, Joko Kusnanto Saat Diwawancarai Awak Media.

Mgn-news.com, Sofifi – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku Utara (Malut) memberikan bantuan berupa lima unit bus sekolah kepada Pemprov Malut guna membantu aksesibilitas pelayanan pendidikan pada taraf Sekolah Menengah Atas (SMA) di Malut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe dan sejumlah OPD Pemprov Malut, Ditlantas Polda Malut, serta Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten kota, dimana Gubernur Sherly hadir untuk membuka acara sekaligus meresmikan gedung BPTD, Rabu, (24/12/2025).

“Kami memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan, semoga di tahun 2026 semakin banyak lagi yang diberikan karena keterbatasan fiskal yang dimiliki oleh Provinsi Maluku Utara maupun sepuluh Kabupaten Kota lainnya” scap Sherly.

Sherly menjelaskan jika perhatian penuh terhadap generasi mudah menjadi kunci pembangunan daerah, maka perlu kolaborasi antara Pemprov Malut dan stakeholder lainnya sebagai upaya membangun Malut secara bersama.

Dengan adanya bantuan bus dari BPTD Sherly berharap dapat membantu mobilitas para siswa yang selama ini masih memiliki keterbatasan dikarenakan banyak desa di Malut yang belum sepenuhnya memiliki SMA.

“Dan khusus untuk SMA di Maluku Utara kita hanya memiliki 403 sekolah menengah atas, sedangkan kita ada 1.185 desa dan kelurahan. Artinya kita ada sekitar 700 desa kelurahan yang tidak memiliki SMA, artinya satu SMA harus menampung beberapa desa, maka anak-anak harus jalan melintasi desa untuk bisa bersekolah di sekolah menengah atas, maka solusinya dengan menyediakan bus sekolah” jelas Sherly.

Diketahui jika lima unit Bus sekolah yang diterima pada bulan Desember ini adalah sesuai dengan surat pengajuan yang dikeluarkan Pemprov Malut yang ditanda tangani Oleh Gubernur Sherly pada bulan Agustus 2025, maka Sherly berharap di tahun 2026 melalui kolaborasi bersama BPTD dapat mengawal permohonan penambahan bantuan bus sekolah.

“Dan di Tahun 2026 kami juga sudah menyediakan permohonan berdasarkan dengan data jarak sekolah, semoga ada bantuan lagi dari kementerian perhubungan tahun berikutnya” pinta Sherly.

Sherly menganggap jika kehadiran BPTD sebagai mitra Pemprov Malut yang strategis terutama menjelang hari-hari yang penting dalam hal ini adalah Nataru, naiknya aktivitas arus mudik baik darat maupun laut, sehingga kolaborasi kegiatan dari Pemprov Malut yang mengadakan mudik Subsidi lima puluh persen dan tracking nanti bakal meningkat sehingga kerjasama lintas stockholder menjadi kunci kesuksesan bersama.

Sementata itu, kepala BPTD Kelas II Malut, Joko Kusnanto mengatakan jika akan melaksanakan tugas sesuai dengan tugas dan fungsi, dengan penataan transportasi yang lebih baik dan untuk mendukung sarana prasarana yang terjangkau bagi masyarakat Malut.

“Kami harapkan disini juga bisa menjadi pemancing, juga pemicu, untuk kita semua atas penataan transportasi yang terintegrasi baik dari sisi udara, laut, maupun udara, apalagi berkembangnya mobilitas di Ibukota Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi” harap Joko.

Dalam pelaksanaan peresmian gedung kantor BPTD kelas II Malut, Joko berharap pembangunan gedung kantor ini merupakan bagian dari simbol BPTD untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan serta pelayanan dari BPTD.

“Dengan peresmian kantor ini kami berharap dapat meningkatkan kinerja, profesionalitas, sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh stakeholder yang ada” tambah Joko.

Sherly berpesan berpesan kepada Balai pengelola transportasi darat, bahwa masih ada PR yang harus ditindaklanjuti secara bersama dengan BPTD dengan memapping langspot atau peningkatan konektivitas supply change pada titik-titik yang mungkin bisa diberikan subsidi, terutama untuk para petani di pulau Halmahera agar bagaimana menghubungkan mereka dari lokasi sebagai produsen ke lokasi konsumer dengan mempelajari kembali dan membuat master plan transportasi darat dan laut untuk Maluku Utara.

“Anggaran sudah kami sediakan di 2026, dengan membuat suatu master plan sehingga kita tahu bagaimana mengoptimalkan, bagaimana mensubsidi, bagaimana mengkonektivitaskan sehingga, biaya supply change antara biaya logistik petani, nelayan menuju ke pasar atau pembeli menjadi lebih efisien sehingga bisa meningkatkan nilai tukar dari nelayan dan petani” tandas Sherly.

Akhir kata dari Sherly ia doakan, Kantor BPTD bukan sekedar bangunan, tetapi dari sinilah lahir optimalisasi pelayanan transportasi darat dan laut yang lebih optimal bagi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara. (red)