HALTIM — Pembukaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) berlangsung meriah di arena utama kegiatan Stadion Jiko Mobon, Desa Soagimalaha, Sabtu (16/5/2026).
Ribuan masyarakat memadati lokasi acara untuk menyaksikan penampilan tarian tradisional Lalayon yang menjadi daya tarik utama seremoni tersebut.
Tarian kolosal ini dibawakan secara energik oleh ratusan penari yang terdiri dari siswa-siswi SMP serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mengenakan busana adat khas Halmahera Timur, para penari bergerak seirama dengan iringan musik tradisi Lalayon yang menggema di seluruh arena.
Ketua Panitia HUT ke-23 Haltim, Hardiansyah Majid, menyatakan bahwa peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial tahunan. Acara ini dirancang sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat membangun daerah.
Penampilan Tarian Lalayon sengaja dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya lokal.
“Momentum HUT ke-23 ini menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah. Lalayon adalah bagian dari identitas Haltim yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Hardiansyah saat memberikan keterangan di lokasi acara.
Ia menambahkan, perayaan ini juga merupakan bentuk rasa syukur atas perkembangan daerah hingga usia ke-23 tahun. Keragaman latar belakang masyarakat dinilai sebagai modal sosial penting dalam mendukung program pembangunan pemerintah.
“Ini momen penting bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Halmahera Timur, dari Sondo-Sondo hingga Sowoli, untuk merefleksikan kembali nilai kebudayaan dan spirit perjuangan lahirnya Haltim,” tambahnya.
Melalui perayaan ini, Pemkab Haltim berharap semangat kebersamaan masyarakat terus terjaga demi mewujudkan kabupaten yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera di masa depan.







