Gedung RSUD Maba
Mgn-news.com, Mana – Dalam rangka memastikan Progres pekerjaan Proyek Pembangunan Gedung RSUD Maba, Bupati Halmahera Timur, Drs. Ubaid Yakub, MPA didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba dr. Calice Jackline, dan Manager projek PT. Wika Angga Eko Wibowo, langsung melakukan peninjauan pada Senin (24/11/2025)
Peninjauan ini untuk memastikan bahwa pekerjaan Gedung RSUD Maba yang dilakukan sejak peletakan batu pertama tanggal 9 Maret 2025 lalu oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin tersebut hingga saat ini dapat berjalan dengan baik.
Bupati Ubaid Yakub mengatakan untuk saat ini dilihat dari hasil tinjauan, tersisa hanya pada beberapa bagian yang masih tahap finishing dan akan rampung 100 persen.
“Dari progress fisik yang saya kunjungi dari lantai ke lantai saya kira pekerjaan tinggal sedikit saja, kalau saya boleh berkesimpulan secara pribadi sudah selesai yang ada tinggal finishing, penambahan sedikit-sedikit dan dilengkapi dengan alkesnya sehingga apa yang kita harapkan kedepan bisa selesai,”Kata Ubaid.
Atas pekerjaan tersebut, Ubaid juga langsung memberikan apresiasi kepada pimpina project yang menurutnya, telah melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa dan telah memberikan satu nuansa tersendiri di pusat pemerintahan di Kota Maba.
“Saya berharap dukungan kita semuanya, cita-cita dan harapan serta impian masyarakat bisa terwujud dalam waktu yang tidak lama lagi. Sehingga pelayanan Kesehatan kepada masyarakat sangat dirasakan manfaatnya,”ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Konsultan Manajemen Konstruksi, PT Ciriajasa Cipta Mandiri, Dwie Sukmono mengatakan,
“Target yang kita peruhi terkait dengan kunjungan RI 1 seperti apa suasana di Kota Maba ini. Berikutnya adalah penyelesaian secara hukum kontraktual kita 25 Desember. Berikutnya juga ada alat Kesehatan utama yang akan masuk ke sini kita juga akan melayani,” jelasnya.
Selain itu, Manager Projek PT Wijaya Karya Angga Eko juga mengatakan bahwa pengerjaan yang sudah mencapai 89 persen tersebut merupakan hasil dari dukungan semua pihak terutama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Ini kami menyisahkan pekerjaan-pekerjaan finishing arsitektur kemudian nanti testing-testing mechanical electrical instalasi electrical udara dan seterusnya”terangnya.
Baginya, pelaksanaan proyek dikerjakan yang bersumber dari APBN 2025 dengan nilai kontrak Rp 139 miliar lebih dengan kelender pekerjaan 294 hari tersebut dikerjakan seusi target.
“Jadi dengan sisah waktu ini kami upayakan kita kerjakan dengan semaksimal mungkin sehingga apa yang menjadi target kita selesai di 25 Desember,”tabahnya.







