Tim Menejemen Uji Talenta

Mgn-news.com, Sofifi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melaksanakan manajemen uji talenta kepada pejabat pimpinan tinggi pertama di lingkungan Pemprov Malut. Manajemen talenta merupakan penilaian teknis menggunakan aplikasi Simata, dimana kompetensi peserta ujian menjadi dasar penilaian baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Diketahui, Tim Komite talenta yang diketuai oleh Samsuddin Abdul Kadir, didampingi oleh anggota yakni Burnawan (Karo Hukum) dan Zulkifli Bian (Plt.Kaban BKD), melaksanakan tahapan wawancara bertempat di ruang rapat Sekretaris Daerah, Kamis, (23/10/2025).

Terdapat enam pejabat eselon dua yang mengikuti ujian itu, mereka diantaranya, Nirwan MT Ali (Inspektur), Sukur Lila (Kadis Kehutanan), Fachrudin Tukuboya (Kadis DLH), Suriyanto Andili (Kadis ESDM), Dra.Hairia (Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum,Politik dan Pemerintahan), Asrul Gailea (Asisten Administrasi Umum).

Zulkifli Bian selaku Plt Kepala BKD menyampaikan bahwa tahapan penilaian teknis ini dibuat dalam dua sesi, dimana untuk sesi pertama, Nirwan MT Ali selaku anggota Komite Talenta juga menjadi peserta, nanti untuk sesi kedua yang dijadwalkan pada hari jumat, Pak Nirwan akan bertindak sebagai penguji untuk pejabat eselon dua lainnya.

“Pada prinsipnya semua pejabat yang ada tetap berintegritas dan loyal untuk mendukung program dan kebijakan dari Ibu Gubernur Sherly Tjoanda, dan pak Wagub Sarbin Sehe dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, sehingga setiap tahapan Manajemen Talenta yang diarahkan oleh BKN selaku Instansi Pembina tetap kami laksanakan” jelas Zulkifli.

Bagian lain, ketua tim komite ujian, Samsuddin Abdulkadir menjelaskan, teknis penggunaan aplikasi Simata, dimana setia kompetensi peserta ujian direkam di dalamnya.

“Semua diukur, peserta ujian bergelar ijaza apa, sudah menjabat berapa jabatan, kemudian ada penghargaan, plus uji kompetensi yang sudah dilaksanakan” ungkal Samsuddin.

Hasil dari pelaksanaan ujian menggunakan aplikasi tersebut bakal didorong para peserta ujian ke kotak sembilan. menurut Samsuddin itu merusak standar penilaian yang dihitung mulai dari angka satu sampai sembilan.

Ia menjelaskan, jika para peserta nilainya berada pada tujuh, delapan, dan sembilan, maka memiliki potensi tiga kemungkinan “Pertama dia bisa menjadi promosi suksesi, untuk naik empat ke tiga, tiga ke dua, dua kesatu, yang kedua dia bisa tetap, kemudian ketiga dia juga bisa bergeser, kalau nilainya berada di bawah tujuh, mungkin perlu didorong agar lebih rajin lagi agar meningkatkan kemampuannya” Jelas Samsuddin.

Samsuddin, menambahkan jika selesai uji kuantitas, bagi mereka yang memiliki nilai, tujuh, delapan, dan sembilan, ada satu tahapan ujian yang perlu diikuti oleh peserta, tahapan ini untuk mengkonfirmasi kepada peserta dengan kesanggupan serta kesiapan bekerja dan mengabdi untuk pemerintah.

“Setelah ujikom, kita mengkonfirmasi, edukasi, motivasi, mau dan tidak bekerja lebih baik karena harus mendukung pemerintah” tandas Samsuddin.