Alumni IAIN Ternate, H. Salim Taib
Ternate – Alumni Institut Islam Negeri (IAIN) Ternate H. Salim Taib menaruh perhatian serius terhadap kampus yang telah menjadi ruang dialogis sekaligus gelar Sarjananya, sebagai bentuk kepedulian moril.
Meski di tengah lambannya pelantikan rektor IAIN oleh Kementerian Agama, ia menaruh harapan agar rektor baru yang akan datang harus melakukan empat langkah strategis untuk kemajuan Kampus di masa 4 tahun mendatang.
Menurutnya, pertama yang perlu dilakukan oleh Rektor baru IAIN Ternate adalah alih status dari IAIN ke UIN, alasan tersebut dilihat dari aspek historis IAIN Ternate sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang didirikan lebih awal dari Perguruan tinggi Islam lainnya yang ada di Indonesia Timur.
“Setelah UIN Makassar, STAIN Ambon suda UIN, STAIN Papua suda UIN, inikan perguruan tinggi Islam baru saja didirikan tapi mereka sudah duluan perubahan statusnya, jika dilihat kita Maluku Utara juga memiliki keunggulan historis yakni adanya empat kesultanan, ini tentu sangat relevan jika perubahan status itu legitimasi historisitas maluku Kie Raha, saya kira agak gampang alasan-alasan itu dkemukakan untuk perubahan status IAIN ke UIN” ujar Salim, Rabu, (25/2/2026).
Langka kedua, Rektor baru harus melakukan percepatan Guru Besar (Profesor), Kebutuhan Guru Besar IAIN ternate sebuah keharusan dan hal itu harus dilakukan oleh Rektor sebagai pemimpin.
“Kalau menjadi guru besar ada kebutuhan anggarannya rektor harus mencari jalan, guru besar itu wajib karena bagian dari persyaratan alih Status” pintanya.
Alasan tersebut merupakan suatu keharusan untuk bagaimana meningkatkan kualitas akademi serta memperkuat reputasi institusi dikarenakan guru besar berperan sebagai pilar utama dalam pengembangan pengetahuan dan moralitas civitas akademika.
Sementara untuk langkah ketiga, menurut Salim, rektor baru harus lebih memperbanyak kegiatan riset yang berkaitan dengan keagamaan. Sesuai nama dan peran institusi, salim meminta agar riset yang nantinya dilakukan harus sesuai dengan potensi geografi Jazirah Tul-Mulk dengan pendalaman Islam Kepulauan
“Karena itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M, red )harus diberi porsi untuk terus melakukan riset agar poros pengetahuan juga bisa dibangun di sini” ungkapnya.
Dan untuk langkah keempat menurut Salim sangat diperlukan adanya forum alumni IAIN Ternate yang tidak boleh dipimpin oleh Dosen aktif. Artinya Forum tersebut harus berada diluar pagar Institusi agar dapat berkolaborasi lebih luas dengan tujuan untuk dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Menghidupkan forum alumni itu tidak boleh ketua Forum alumninya adalah dosen, forum alumni IAIN harus diluar kampus agar kolaborasi bisa berjalan maksimal, forum alumni harus hidup, agar IAIN kedepan berganti nama menjadi UIN sudah ada circle yang terbangun atas nama Almamater” tandasnya.







