Gubernur Sherly Tjoanda, bersama Wakil Bupati Halut, Kapolres Halut, Anggota DPRD Malut Dapil Halut-Morotai, dan Kadishub Malut, saat melakukan launching mudik subsidi, Rabu, (10/12/2025).
TOBELO – Menjelang musim Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemprov Malut mengambil langkah nyata untuk meringankan beban masyarakat. Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, secara resmi melaunching program Mudik Bersubsidi, yang memberikan diskon tiket kapal laut hingga 50 persen serta angkutan darat gratis, bertempat di Desa Lina Ino, Kecamatan Tobelo Tengah, Halmahera Utara, Rabu (10/12).
Program ini hadir sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan warga yang ingin kembali ke kampung halaman, di tengah melonjaknya biaya transportasi menjelang akhir tahun. Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menegaskan bahwa program ini hanya berlaku untuk perjalanan sekali jalan.
“Tahun anggaran Desember sudah habis, sehingga kita tidak bisa membiayai kegiatan di tahun 2026. Jadi program ini hanya untuk pergi, tidak pulang. Tiket laut diskon 50 persen, angkutan darat disediakan gratis,” ujarnya.
Gubernur Sherly menekankan agar masyarakat memanfaatkan aplikasi resmi dalam pemesanan tiket mudik bersubsidi, sekaligus menegaskan bahwa semua pertanyaan atau kendala sebaiknya disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Perhubungan. Ia menegaskan bahwa komunikasi melalui media sosial atau WhatsApp tidak dilayani, sehingga warga dapat memperoleh informasi yang jelas dan prosedur pemesanan yang tepat.
“Semua pertanyaan silakan diajukan langsung ke Pak Kadis Perhubungan saat ini, bukan melalui media sosial atau WhatsApp,” tegasnya.
Dedy Kotambunan, Plt Kepala Dinas Perhubungan Malut, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
“Program ini dibuat khusus untuk membantu warga Maluku Utara kembali ke kampung halaman agar biaya perjalanan lebih ringan dan terjangkau,” ujarnya. Dedy juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi prosedur resmi dalam pemesanan tiket, demi kelancaran seluruh proses mudik.
Program mudik bersubsidi ini tidak hanya mencakup trayek kapal laut, tetapi juga angkutan bus gratis. Menurut Dedy, seluruh armada bus yang disediakan Dishub tidak dipungut biaya sama sekali.
“Bus yang disiapkan telah memenuhi standar keselamatan, dan kami menugaskan petugas pendamping di setiap armada untuk memastikan kenyamanan penumpang,” jelasnya.
Disiplin dan keteraturan menjadi kunci agar program ini berjalan optimal. Dedy mengimbau warga datang lebih awal di lokasi keberangkatan, mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, dan menghormati rute yang tersedia.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal dan menikmati perjalanan tanpa hambatan,” pungkasnya.
Jadwal kapal laut yang termasuk dalam program mudik bersubsidi mencakup Ternate-Jailolo, Ternate-Daruba, Ternate-Babang, Ternate-Dama-Daruba, Ternate-Sofifi, Ternate-Sanan, dan Ternate-Kupal-Obi. Untuk trayek Tobelo-Daruba, kapal yang digunakan adalah KMP Maming.
Sementara angkutan bus gratis akan melayani rute Sofifi-Wosia Tobelo, Sofifi-Subaim Halmahera Timur, dan Sofifi-Weda Halmahera Tengah, dengan keberangkatan serentak pada 23 Desember 2025 dari Pelabuhan Galala pukul 09.00 WIT.
Program ini menegaskan kepedulian Gubernur Sherly terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di momen penting akhir tahun. Dengan mudik yang lebih terjangkau dan aman, diharapkan warga dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi, sehingga momen Nataru menjadi lebih bermakna bagi seluruh keluarga di Malut.







