HALTIM—Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, resmi berakhir pada Kamis (14/08/2026).
Program TMMD yang berlangsung selama 30 hari tersebut tidak hanya menghasilkan sejumlah pembangunan fisik, tetapi juga dinilai mampu memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat serta membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah warga.
Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, mengatakan keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik yang berhasil diselesaikan selama pelaksanaan program.
Menurutnya, nilai penting dari TMMD justru terletak pada tumbuhnya kembali semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam membangun daerah.
Keberhasilan TMMD bukan hanya dilihat dari apa yang dibangun secara fisik, tetapi bagaimana semangat gotong royong masyarakat kembali tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah,” ujar Ubaid Yakub.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat selama pelaksanaan TMMD menunjukkan bahwa pembangunan akan lebih kuat apabila dilakukan secara bersama-sama, dengan mengedepankan kebersamaan antara pemerintah, TNI dan masyarakat.
Bupati berharap semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD tidak berhenti setelah program tersebut ditutup. Sebaliknya, nilai kebersamaan itu diharapkan terus dipelihara dan diterapkan masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan di desa.
Jangan sampai setelah TMMD selesai, semangat kebersamaan itu ikut selesai. Justru ini harus menjadi modal sosial bagi masyarakat untuk terus bergandengan tangan membangun desa dan daerah,” katanya.
Dengan berakhirnya TMMD di Kecamatan Wasile Tengah, pemerintah daerah berharap hasil pembangunan yang telah dikerjakan bersama dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
Program tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, TNI dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Haltim.







