Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, Bersama Plt Kadisbud Malut, Abubakar Abdullah
Mgn-news.com, Sofifi – Menyambut HUT ke-26 Tahun Provinsi Maluku Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut menggelar kegiatan Ngobrol Inspirasi bertemakan Story Telling Sang Pejuang Provinsi Maluku Utara bersama Dr. Syaiful Ruray, SH, MH.
Kegiatan ini bertujuan menggali kembali nilai-nilai masa lalu dari awal mula perjuangan pembentukan provinsi agar dapat menjadikan semangat pengetahuan untuk ditanamkan kepada generasi mudah.
Syaiful Ruray, SH, MH atau sering disapa Ko Ipul, diundang menjadi pembicara mengingat dirinya sebagai salah satu tokoh sekaligus pelaku yang terlibat dalam pemekaran provinsi. Banyak hal yang disampaikan oleh Ko Ipul sehingga dapat menambahkan wawasan pengetahuan lebih mendalam terkait alur panjang cerita para pejuang.
Satu hal penting yang diingatkan oleh Ko Ipul ialah, dengan mengutip seorang jurnalis asal Soviet yang kini telah berkewarganegaraan Swedia, Juri Lina, ada tiga hal untuk menjajah dan melemahkan satu negeri, pertama, kaburkan sejarahnya, kedua,hancurkan bukti-bukti sejarahnya agar tidak bisa dibuktikan kebenarannya, dan ketiga, putuskan bangsa tersebut dengan leluhurnya. Maka ia tegaskan “hargai masa lalu yang bernilai sejarah untuk Maluku Utara kedepan” ujar Syaiful, Kamis, (9/10/2025).
Menanggapi pernyataan di atas, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengambil langkah strategis dari hasil dialog tersebut, menurutnya jika kita lupa dan lalai akan sejarah masa lalu kita akan kehilangan arah.
Untuk menghormati masa lalu sebagai sumber pengetahuan sejarah, maka, Dikbud Malut bakal memasukan sejarah pembentukan Provinsi Maluku Utara sebagai mata pelajaran lokal (Mulok) yang bakal diberlakukan untuk tingkat SMA dan SMK.
“Setelah mendengar penjelasan dari Ko Ipul tadi, kami akan berinisiatif menindaklanjuti pembicaraan terkait dengan catatan-catatan sejarah Provinsi Maluku Utara itu untuk bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum tingkat SMA dan SMK” kata Abubakar.
Abubakar menambahkan, untuk saat ini, Dikbud tengah menyusun kurikulum tersebut dan sudah diperkuat dengan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai dasar hukum
“Kebetulan kami sekarang lagi menyusun kurikulum muatan lokal, Pergubnya sudah ada, kita lagi koordinasi dengan kementerian Dikdasmen, mungkin materi itu dapat kita pertimbangkan untuk dimasukan ke dalam materi muatan lokal” tandas Abubakar
Lebih jauh, sebagai orang yang dipercayakan Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, Abubakar sudah memikirkan prospek jangka panjang dengan memperhatikan sumber daya guru yang nantinya mendedikasikan separuh waktu demi generasi mudah yang diharapkan dengan adanya pelajaran tersebut, mereka dapat membaca masa lalu, melihat masa kini, untuk menjemput masa yang akan datang. Maka, sumber penyusunan kurikulum juga sudah tentu kuat dan jelas sebagai dasar referensi untuk peningkatan kapasitas guru.
“Kan kita sudah punya beberapa buku yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata, yang berkaitan dengan sejarah pembentukan Provinsi Maluku Utara saya kira itu akan menjadi referensi bagi kami, dan beberapa catatan yang sudah disampaikan oleh ko Ipul akan menjadi catatan bagi kami juga, Kalau itu sudah masuk maka sudah barang tentu, sumber daya guru juga harus dikuatkan, ditingkatkan untuk mengetahui sejarah Maluku Utara” jelas Abubakar.
Peran guru di mata Abubakar sangatlah penting, setiap pengetahuan memiliki nasab sebelum dituturkan. Maka, demi dan untuk menjaga nilai historis perjuangan ada di pundak bapa dan ibu guru.
“Saya kira untuk menjaga nilai historis perjuangan ini, memang ada di pundak bapa dan ibu guru” tutup Abubakar.
Menjelang perayaan hari ulang tahun Provinsi Maluku Utara yang ke-26, Abubakar juga menyampaikan tiga kata kunci yang menjadi arah pembangunan daerah, yakni bekerja dengan hati, inovatif, dan kolaboratif. sebagai kado istimewa untuk HUT Provinsi nanti. (red).







