Foto Bersama; Wagub Hi Sarbin Sehe, Syaiful Ruray, Kadigbud Malut, Abubakar Abdullah, dan kedua Anggota DPRD Malut bersama Tamu Diskusi

Mgn-news.com, Sofifi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali membuka lembaran sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Maluku Utara dengan menghadirkan suasana yang lebih membuka mata generasi muda.

Diselenggarakan dalam bentuk dialog yang bertemakan Story Telling Sang Pejuang Ngobrol Inspirasi Bareng Dr. Syaiful Ruray, SH, MH untuk memperingati HUT ke-26 Tahun Pembentukan Provinsi Maluku Utara, 12 Oktober 1999-2025.

Kegiatan diskusi tersebut juga melibatkan para guru yang berantusias terlibat dan mendengar langsung paparan dari pemantik via zoom. Meski tidak bertatap muka secara langsung, Syaiful atau sering di sapa ko Ipul selalu pemandu diskusi, dalam kesempatannya memberikan pesan bahwa “bangsa yang melupakan sejarah adalah bangsa yang kalah dan tidak cerdas” ujar Syaiful, Sofifi, (9/10/25)

Oleh karena itu, ia meminta kepada guru yang ikut diskusi agar dapat mengajarkan kepada siswa tentang sejarah panjang perjuangan Provinsi Maluku Utara. Syaiful menampilkan slide power point asal muasal 18 tokoh perintis pertama perjungan Pemuda Pembangunan Daerah Maluku Utara (PPMU).

Ke 18 tokoh itu adalah, MKA. Purbaya, AM. Kamaruddin, Munaser Aziz, Abdul Wahab Kasim, Muh. Nur Adam, Usman Nasyr, Arifin Assagaf, M. Masud Taisa, Abdul Hamid Hasan, Umar Assagaf, Abdullah Sidik, Thaha Simore.

Menurut Syaiful, rekam jejak peran 18 tokoh tersebut sangatlah berat, singkatnya, akibat dari perubahan situasi politik pada tahun 1950-1957, beberapa tokoh bahkan harus dipenjara tanpa ada unsur kesalahan.

Meski dirinya adalah tokoh perjuangan pemekaran, Syaiful tegaskan kalau dirinya hanyalah pelaku sejarah bukan pejuang, hal itu disampaikannya untuk menghormati dan menghargai pendahulu.

“Jadi saya hanyalah pelaku sejarah, bukan pejuang karena ada yang lebih berat dari yang kami lakukan” tegas Syaiful, sambil meneteskan air mata.

Bagian lain, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, Abubakar Abdullah dalam kesempatannya berbicara dengan awak media menyampaikan, bahwa apa yang disampaikan oleh ko Ipul terkait bangsa yang lupa sejarah adalah bangsa tidak cerdas. Sehingga Abubakar mengatakan kalau inisiatif diskusi tersebut sangatlah penting

“Kadang kalau kita tidak tahu sejarah, kita lupa sejarah maka kita berada pada arah yang keliru” tutur Abubakar

Maka dari itu, Ia tegaskan bahwa akan ada upaya dari Dikbud Malut untuk menindak lanjuti hasil diskusi terebut dengan mengumpulkan informasi sejarah pembentukan Provinsi Maluku Utara dan bakal dijadikan sebagai kurikulum sekolah.

“kami bakal mengumpulkan catatan-catatan sejarah itu untuk diintegrasikan kedalam kurikulum muatan lokal” tutup Abubakar. (red)