Plt Kadis DKP Malut, Fauji Momole


Mgn-news.com, Sofifi-Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan program 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2025 ini, hal ini membawa peluang tersendiri khususnya Provinsi Maluku Utara yang selama ini memiliki potensi sumber daya laut yang belum dikembangkan dan dikelola secara maksimal.

Merespon hal ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Fauji Momole, saat ditemui awak media, menjelaskan bahwa 100 KNMP yang diprogramkan untuk 38 provinsi se indonesia, Hanya sekitar 24 Provinsi yang bisa dapat tiga alokasi, sisanya dapat dua, sementara Maluku Utara sendiri terbanyak.

“Maluku Utara telah dipastikan untuk ditetapkan menjadi enam titik yang akan dialokasikan menjadi kampung nelayan merah putih”ungkap Fauji, Kamis, 10 Juli 2025

Fauji menambahkan, penetapan itu bersamaan dengan kunjungan Kerja Gubernur Sherly Tjoanda ke Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Selasa 24 Juni, 2025 lalu. Pertemuan yang membahas sinergi pembangunan sektor kelautan dan perikanan itu dijelaskan langsung dihadapan jajaran eselon satu, Salah satunya dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Enam titik ini berdada di Kab. Sula Kepulauan tepatnya di Desa Bajo, Kab. Halmahera Timur Desa Wasileo, Kab. Halmahera Tengah Loleo Weda, Morotai, dan Kab. Halmahera Utara Loloda, dan Kab. Halmahera Barat Tuada

“dari keenam ini, limanya berbasis pada budidaya tangkap, smentara satunya di Kab. Halmahera Barat berfokus pada perikanan budidaya”jelasnya

Anggaran yang dialokasikan untuk per titik kurang lebih 22 miliar dengan sumber anggaran menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK)

“satu titik dianggarkan sekitar 22 miliar, jadi kalau kita memiliki enam titik maka anggaran yang terdistribusi kurang lebih 132 miliar”paparnya

Rencana besar DKP-Malut di tahun berikutnya bakal merealisasikan KNMP untuk semua kabupaten yang ada di Maluku Utara

“kemarin data yang sudah terinput di sistem ada sembilan kabupaten kota, hanya saja seperti Kab. Taliabu dan Kab. Halmahera Selatan yang memiliki potensi yang cukup baik, namun kita tidak bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu yang bersamaan”tutupnya. (red)