Kadis Perindakop Halmahera Timur, Riko Debuturu.

HALTIM—Kebijakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Halmahera Timur, Riko Debuturu, kembali menuai kritik keras.

Pasalnya, jatah distribusi minyak tanah untuk pangkalan milik Samsudin dihentikan secara tiba-tiba tanpa penjelasan terbuka kepada pemilik maupun masyarakat.

Pangkalan minyak tanah atas nama Samsudin dengan Nomor Registrasi HT.002 diketahui selama ini menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp6.300 per liter dan telah mengantongi legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan resmi pada 17 Februari 2022.

Ironisnya, pasokan minyak tanah justru dipangkas bahkan tidak lagi diberikan.

Samsudin mengaku tidak pernah menerima teguran tertulis atau pemberitahuan resmi sebelum distribusi dihentikan. Sementara Ia punya semua surat ijin lengkap sebelum Riko menjadi kepala dinas perindagkop.

Ia mempertanyakan dasar kebijakan tersebut.

“Kalau memang ada pelanggaran, sampaikan secara resmi. Jangan main hentikan sepihak,” ujarnya, Selasa (24/02/2026).

Menurutnya, dampak dari kebijakan Riko juga dirasakan masyarakat Desa Boikmaake, Kecamatan Wasile Tengah.

Berdasarkan keterangan warga, saat ini warga tengah kesulitan memperoleh minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Mereka menilai keputusan tersebut tidak wajar dan terkesan sepihak.

Sejumlah warga Desa Boikmaake, Kecamatan Wasile Tengah, secara terbuka meminta Bupati Halmahera Timur segera turun tangan menindaklanjuti persoalan ini.

Mereka menilai apa yang dilakukan Kadis
Perindagkop tidak mencerminkan sikap pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

“Pejabat itu harus beri contoh yang baik, bukan bertindak seperti siluman di tengah masyarakat. Kebijakan menyangkut hajat hidup orang banyak tidak boleh dijalankan diam-diam,” tegas salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Masyarakat berharap Bupati segera mengevaluasi kebijakan tersebut secara transparan dan objektif.

“Jika tidak ada dasar hukum yang jelas atas penghentian distribusi, maka jatah minyak tanah untuk pangkalan Samsudin harus segera dipulihkan demi kepentingan warga Desa Boikmaake, Kecamatan Wasile Tengah,” harap warga.