Desain; Abdul Muhid Bayan, Wartawan Mgn-news.com

Mgn-news.com, Maba – Hasil data pemetaan Analisis Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) oleh Dinas Pangan Halmahera Timur (Haltim) terkait desa aman dan rentan pangan terdapat beberapa indikator yang menjadi tolak ukur.

Sebelumnya, dari hasil analisis, diketahui ada 30 desa yang tersebar di 10 kecamatan Haltim saat ini mengalami rentan rawan pangan.

Fatma Lossen, Sp. Selaku Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, mengatakan, yang menyebabkan di tahun 2025 mengalami peningkatan jumlah desa rentan rawan pangan itu dipengaruhi oleh enam Indikator.

“Enam indikator yaitu, luas lahan produksi, air bersih, sarana prasarana, jalan dan jembatan, tingkat kemiskinan, tenaga kesehatan” ujarnya.

Fatma mengungkapkan dari enam indikator itu diambil dari instansi terkait, setelah itu dilakukan analisis langsung ke tingkat desa.

“apakah karena persediaan air bersih tidak memadai, atau rentan karena pangannya menurun, apakah angka kemiskinannya tinggi, juga tenaga kesehatan dalam satu desa, kemudian sarana pra-prasarana seperti kios pangan yang menyediakan cadangan pangan, juga yang terakhir pengaruh infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi penentu akses penyediaan pangan” jelasnya.

Menurutnya, semua hasil analisis sudah dibuat dalam bentuk tabel dan peta penyebaran desa yang mengalami rentan rawan pangan.

Fatma mengungkapkan, jika hasil analisis menunjukkan peningkatan kerentanan pangan di Tahun 2025 yang artinya wilayah tersebut mengalami kerawanan dan membutuhkan intervensi.

Namun ketika tiga puluh desa saat ini yang mengalami rentan rawan pangan dan membutuhkan intervensi langsung, Fatma mengatakan, pihaknya mewakili pemerintah daerah, menjelaskan kalau saat ini Haltim belum mempunyai stok pangan sebagai upaya intervensi untuk menangani bantuan pangan atau dalam program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CCPD).

“Untuk tahun 2025 ini kita tidak punya stok pangan yang disediakan dalam program CCPD, sebenarnya yang disediakan hanyalah beras, susu, dan kacang hijau atau lainnya tidak ada, karena kendala ketersediaan itulah saat ini kita belum juga bisa melakukan distribusi bantuan pangan “ucap fatma

Pernyataan Fatma itu dikuatkan oleh salah satu pegawai Dinas Pangan yang enggan menyebutkan namanya, menurutnya, untuk stok beras dalam program CCPD itu sebenarnya sampai saat ini Haltim belum mempunyai stok cadangan pangan berupa beras.