Gubernur Sherly Bersama Penerima Bantuan, Ibu Aisa.
Mgn-news.com, Sofifi – Komitmen Gubernur Malut, Sherly Tjoanda untuk memberikan pelayanan tempat tinggal layak bagi masyarakat melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditangani oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) membawa kisah haru disaat dirinya menyerahkan RTLH kepada warga Kelurahan Guraping Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, Selasa, 25 November 2025.
Penyerahan ini disaksikan langsung oleh sejumlah masyarakat setempat dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni, Kepala Dinas Sosial Zen Kasim, Kepala Dinas Perkim Musdalifa Alhadar, dan Kepala Dinas DP3A Hairia.
Ibu Aisa, warga Guraping yang bertahun-tahun menghuni gubuk kecil berdinding papan itu tak mampu menahan deras luapan air matanya yang membuat Gubernur Sherly Tjoanda turut merasakan kebahagiaan ditengah gelinang senang terbalut kesedihan.
“Kenapa menangis Ibu, ada yang mau disampaikan hmmm, kok nangis” tanya Sherly sambil memeluk Ibu Aisah sembari ikut meneteskan air mata.
Sebelumnya, gubuk papan yang ditempati Ibu Aisah berdiri tegak diatas tanah milik orang lain. Melalui bantuan rumah dengan ukuran 6×7 meter tersebut, kini Aisah dapat hidup dan merasakan nyamannya memiliki rumah beton yang berdiri di atas tanah miliknya sendiri.
“Terimakasih Ibu sudah kase saya bantuan” ucap Aisah, sambil terseduh-seduh.
Dibalik air mata Sherly, menunjukan bahwa dia bukanlah sosok yang selama ini dikanl kerap melakukan pencitraan. Lebih daripada itu, air matanya memberi pesan jika apapun yang ia lakukan adalah bagian dari pada hak warga dan pemerintah hadir berkewajiban memfasilitasi apa yang menjadi hak mereka.
“Ini tentang kecil janji yang ditepati, dan tentang negara hadir” Sherly.
Dalam satu tahun menjabat, Gubernur Sherly kerap membuat kebijakan yang dinilai memang kontroversial. Meski begitu, dirinya selalu komitmen ketika pemerintahan yang ia pimpin harus benar-benar mengabdi demi masyarakat.
Gubernur Sherly mengatakan, satu hal yang ia percayakan adalah kebaikan itu berputar, menjadikan dirinya bukan sekedar politisi yang membawa kepentingan dirinya sendiri. Gubernur Sherly adalah sosok perempuan pertama di Malut yang hadir menjawab segudang masalah yang selama ini terkubur subur di bawah bayang-bayang masyakat Malut.
“Semoga hari ini, mereka yang mendapatkan bantuan, esoklah mereka yang bergandengan tangan, menarik saudara untuk lebih banyak untuk bangkit. Karena kesejahteraan dibumi kaya ini harus dirasakan semua, bukan hanya sebagian” harap Sherly.
Program RTLH sendiri merupakan mimpi besar Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe, dengan harapan 50 ribu warga Malut yang hidup terkatung-katung harus benar-benar menerima langsung aliran kebaikan melalui kebijakan pemerintah hari ini.
Bagi Sherly, suatu pemerintahan yang ideal bukan sekedar hadir karena dipilih oleh rakyat, namun tugas besar pemimpin adalah setelah terpilih, kemudian mampu membawa kesejajaran yang merata dengan mengedepankan hak-hak warga untuk merasakan kesejahteraan di mata negara.
“Di saat-saat seperti itulah saya yakin, Negara bukan hanya hadir, tetapi mengangkat. Bukan sekadar memberi, tapi memberdayakan” ujar Sherly.
Saat bercakap-cakap dengan Ibu Aisah, Gubernur Sherly mempertanyakan mata pencaharian yang selama ini digeluti oleh Aisah, dalam percakapan itu, Aisah menjawab jika dia bersama suaminya mempertahankan hidup dari 20 pohon pala yang mereka tanam di tanah milik orang tuah.
“Punya lahan, tanya Sherly.
“Punya Ibu, milik orang tuah” jawab Aisah.
“Ibu tanam apa lahannya” Shely.
“Tanam pala Ibu” Aisah.
“ Berapa pohon” Sherly.
“20 Pohon” Aisah.
“Berarti kecil saja ya, tidak ada lagi yang lain untuk ditanam, penghasilannya berapa disaat panen” tanya kembali Sherly.
Pertanyaan Gubernur itu membuat Aisah kembali meneteskan air mata, yang membuat Gubernur Sherly terharu dan turut merasakan bagaimna warganya selama ini hidup dalam jejak langkah mengrharap kasih hadirnya negara.
“Ketika sebuah keluarga yang puluhan tahun tinggal di rumah tak layak akhirnya bisa tidur tanpa takut atap bocor,ketika martabat yang sempat pudar karena tantang ekonomi kembali tegak, ketika modal kecil membuka pintu rezeki yang lebih luas” ungkap Sherly.
Agenda kemudian berlanjut yang memperlihatkan Gubernur Sherly memberikan bantuan modal usah kepada Aisah dan sejumlah ibu-ibu yang telah diundang. Dalam pemberian modal Usaha, Gubernur menyempatkan waktunya dengan mendedikasikan ilmu ekonominya.
Gubernur Sherly memang dikenal sebagai pengusaha sukses sebelum terjun ke dunia pememerintahan. Meski sukses, perempuan nomor satu Malut ini tidak bosan berbagi bukan hanya pada sisi materi, namun pengetahuan serta pengalamannya ia bagikan kepada warga meski hanya beberapa saat.
“Ini saya kasih buat bantu Ibu-ibu tambah modal usaha, tapi sebelumnya saya mau tanya selama usaha untung tidak, nah Ibu-ibu nanti beli pena sama buku ya, buat catatan keuangan usaha untuk hitung setiap hari pengeluaran berapa, dan pemasukannya berapa, dengan catatan itu Ibu-ibu bisa tahu untung atau rugi” pinta Sherly.
Ia berharap penuh dengan adanya bantuan itu mampu memberikna dampak nyata bagi mereka. Suatu tindakan sesuai visi Malut Sejahtera menjadikan sosok perempuan ini benar-benar memiliki rasa peduli dan penuh perhatian terhadap hal-hal yang selama ini terabaikan. (red)







