Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe dan Kadikbud Malut, Abubakar Abdulllah, dalam sesi foto bersama peserta jalan sehat, Minggu (23/11/2025).

Mgn-news.com, Sofifi – Dalam Menyambut peringatan Hari Guru Nasional 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara menggelar kegiatan Jalan Sehat di Kota Sofifi, Minggu (23/11/2025).

Kegiatan ini dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, dan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru, pengurus PGRI, pegawai Dikbud, serta para peserta didik.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe mengajak seluruh insan pendidikan untuk memperkuat mental, memperbaiki karakter, dan meningkatkan kualitas diri. Ia menekankan bahwa peran guru saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pembangunan karakter peserta didik.

“Guru harus menjadi model bagi masyarakat. Karena itu, mari mulai dari diri kita sendiri, memperbaiki mental, jiwa, dan karakter agar mampu menjalankan tugas pendidikan dengan baik,” ujar Sarbin Sehe saat melepas peserta jalan sehat.

kegiatan jalan sehat dirangkaikan dengan aksi bersih lingkungan. Para peserta melakukan pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya 40 hingga Kelurahan Galala. Aksi ini disambut antusias oleh peserta dan melibatkan Wakil Gubernur, Kepala Dinas Dikbud Malut, Abubakar Abdullah, serta sejumlah pejabat lainnya.

Aksi kumpul sampah bersama peserta didik yang diikutsertakan dalam agenda menyambut Hari Guru Nasional ini memiliki kesan unik, di mana terlihat para peserta didik menggunakan megafon untuk mengkampanyekan lingkungan bersih di Hari Guru Nasional kepada warga sekitar.

Hal itu mencerminkan Dikbud Malut sangat berperan aktif dalam menanamkan “budaya peduli” kepada generasi emas yang akan datang.

Selain itu, aksi bersih-bersih lingkungan juga merupakan bukti Pemprov Malut yang dipimpin oleh Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe memiliki keseriusan dalam membangun dan menjaga lingkungan Ibu Kota Provinsi.

Seperti apa yang dikatakan oleh Wagub Sarbin beberapa waktu lalu, bahwa Sofifi hari ini perlu sentuhan pembangunan demi masyarakat Maluku Utara.

Skala pembangunan yang dimaksud bukan hanya terbatas pada infrastruktur, lebih dari itu Pemprov Malut juga berupaya menjaga lingkungan yang baik, masyarakat yang harmonis, toleran dan memiliki kepekaan.

“Hari ini kita juga sedang fokus bangun Sofifi” ucap Wagub Sarbin.

Wagub juga menambahkan, jika semua perilaku baik yang kita terapkan di lingkungan masyarakat tidak terlepas dari peran guru yang memberikan separuh waktunya demi kita semua.

“Sebelum saya menjadi Wakil Gubernur, dulu saya juga bersekolah, artinya saya dididik oleh guru, begitu juga kalian yang sudah pegawai, maka hormatilah mereka. Guru adalah kompas menuju kebaikan di hari-hari esok” tutur Sarbin.

Kegiatan ini bukan sekedar simbol peringatan yang disambut dalam momentum tahunan, Dikbud yang di nahkodai oleh Abubakar Abdullah kini memiliki cara pandang tersendiri dalam mendefinisikan peran guru.

Bagi Abubakar, tugas guru sangatlah mulia, sebab perkembangan generasi tergantung dari mana, kemana, dan dengan siapa mereka dididik. Maka peran Dikbud Malut adalah bagaimana cara meningkatkan kompetensi guru.

“Tugas guru adalah memuliakan generasi, maka dari itu, setiap perkataan dan tindakan guru di dalam kelas adalah referensi ilmu bagi peserta didik” ungkap Abubakar.

Menurut Abubakar, Peningkatan kualitas Guru memiliki pengaruh besar bagi generasi yang akan datang, sehingga Kegiatan memperingati Hari guru Nasional ini menjadi bukti Pemprov Malut melalui Dikbud turut serta membangkitkan semangat para guru di momentum tahun ini.

“Guru cerdas generasi hebat” tandas Abubakar.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Guru sekaligus momentum penguatan kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara.