Gubernur Sherly Tjoanda Laos, dan Wakil Gubernur Hi Sarbin Sehe
Sofifi Maluku Utara-Kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Hi. Sarbin Sehe memberi dampak positif di seputaran Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.
Bukti untuk membenarkan ini datang dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menempati taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di depan Kantor DPRD Malut, Bukit Durian Kec. Uba Utara Kota Tidore Kepulauan.
Sumiati, salah satu pelaku UMKM mengungkapkan kalau dalam 100 hari kerja Sherly-Sarbin yang belum bisa membuat momen besar Provinsi, tapi dapat mempengaruhi sektor pendapatan.
“beda dengan tahun lalu, kenaikan pendapatan sangat bergantung pada momentum yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi, dan di hari biasa hanya mencapai Rp 400.000, sementara di masa kepemimpinan Sherly-Sarbin, pendapatan kami mencapai Rp 1.200.000 per hari” tutur Sumiati, saat ditemui wartawan MGN-news.com
Pendapatan ini hampir mendekati pendapatan mereka di tahun lalu ketika ada kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov yang berkisar Rp 2.000.000 per hari, sehingga menurut Sumiati, diperkirakan apabila tahun ini ada kegiatan yang akan dipusatkan ke wilayah Pemprov khususnya Sofifi, nantinya sangat berdampak sektor pendapatan mereka.
“hari biasa saja sudah sejuta lebih, apalagi ada kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov seputaran Sofifi, yang pastinya lebih” Ungkap Sumiati
Hal ini juga diakui oleh Burhan, pelaku UMKM yang berada di lingkungan Ibu Kota Sofifi, dengan bermodalkan jualan pisang goreng, kopi, kelapa muda, dan beberapa menu lainya, omset yang didapatkan per hari di masa kepemimpinan Sherly-Sarbin mencapai Rp 1.450.000, indikator kenaikan omset ini, menurutnya adalah pelanggan yang mampir kebanyakan dari pegawai Pemprov.
“pada pertengahan tiga bulan terakhir, pendapatan saya Rp 1.450.000, ini yang tertinggi kalau mau dibandingkan dengan masa-masa kepemimpinan sebelumnya, bisa naik kalau ada kegiatan besar yang diselenggarakan oleh Pemprov di waktu itu” Pungkas Burhan.
Dari dua informasi ini, memberi gambaran serta letak pengaruh Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Hi. Sarbini Sehe terhadap pelaku UMKM di seputaran Ibu Kota Sofifi sangatlah kuat.
Daya beli yang bersumber dari para pegawai mengindikasikan kalau 100 hari kerja Sherly-Sarbin, membawa dampak yang luar biasa terhadap ASN Pemprov, dengan membayar Tambahan Penghasilan Pegawai (TTP) yang menjadi salah satu sumber peningkatan pendapatan UMKM.
“pendapatan kami sangat bergantung juga sama TPP pegawai, tapi entah kenapa rezeki kami lancar terus semenjak di masa kepemimpinan tahun ini”ucap Burhan.
Komitmen Sherly terhadap pelaku UMKM perempuan sangatlah besar, hal itu ia tunaikan di waktu memperingati Hari Kartini, dengan memberikan bantuan kepada 100 pelaku UMKM perempuan, pada Senin, 21 April 2025 kemarin.
Dengan mengangkat slogan perempuan berdaya, menjadikannya pemimpin yang memiliki langkah antipati guna menjamin harkat dan martabat kaum perempuan. dengan meningkatkan kapasitas manajerial, Sherly berhasil menjadi teladan, dan contoh menjadi ibu.
“Slogan Perempuan berdaya, Anak Terlindungi, untuk perempuan bisa melindungi anak, perempuan itu harus kuat dan berdaya, kuat dari ekonomi, kecerdasan, menjadi garda terdepan untuk melindungi anak-anak,” pungkas Sherly
Begitu juga dengan Wakil Gubernur Hi Sarbin Sehe, setia mewarnai hari besar umat islam pada tanggal 2 Maret 2025 lalu, meriahkan Festival Ramadhan sebagai hikmah keberkahan untuk pelaku UMKM, Sarbin memberi stimulus kepada pelaku UMKM agar memiliki daya tahan dalam situasi dan kondisi apapun.
“saya berharap jangan hanya di waktu Momen Ramadhan saja, pelaku UMKM bukan hanya menjual, kalian memiliki nilai ibadah, apa yang konsumen cari dan apa yang kalian jual merupakan nilai sosial yang sama-sama memiliki kontribusi, saling membutuhkan, menguatkan, dan menguntungkan”tutup Sarbin
Hingga saat ini, dua orang terbaik yang memimpin Maluku Utara, tetap berkomitmen membangun, serta mendorong produktifitas pelaku UMKM.







