Mgn-news.com Ternate – Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an hasil kerja sama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Halmahera Timur dan Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk memasuki hari ketiga, Rabu (17/12/2025), yang berlangsung di Muara Hotel Ternate.

Pada hari ketiga ini, Dr. Fahima Abd Gani, MA tampil sebagai pemateri kelima dengan membawakan materi Teknis Penilaian dalam Musabaqah Karya Tulis Ilmiah (MKTI) Al-Qur’an. Dalam paparannya, Dr. Fahima menjelaskan secara rinci aspek-aspek yang menjadi dasar penilaian dalam perlombaan karya tulis ilmiah Al-Qur’an.

Ia menyampaikan bahwa penentuan judul tulisan tidak boleh keluar dari dua tema besar yang telah ditetapkan oleh LPTQ Pusat, yakni Kelestarian Lingkungan dan Kerukunan Antarumat Beragama. Peserta diperbolehkan untuk mengembangkan atau mem-breakdown kedua tema besar tersebut ke dalam subtema yang lebih spesifik sesuai dengan fokus kajian masing-masing.

Lebih lanjut, Dr. Fahima menguraikan beberapa aspek utama dalam penilaian lomba, di antaranya orisinalitas karya melalui pemeriksaan plagiarisme, bobot materi yang mencakup relevansi judul dengan tema besar, bobot serta kebaruan gagasan, eksplorasi kandungan Al-Qur’an, keluasan wawasan, serta kekayaan referensi yang digunakan.

Aspek berikutnya adalah kaidah dan gaya bahasa, termasuk logika penulisan dan organisasi pesan dalam karya tulis. Sementara itu, pada tahap presentasi, penilaian meliputi kualitas paparan, kualitas jawaban, etika presentasi, serta kematangan emosi peserta saat menyampaikan materi.

Dr. Fahima juga menegaskan bahwa apabila ditemukan tingkat plagiarisme di atas 20 persen, maka akan dikenakan pengurangan nilai sebesar dua poin. Ia menekankan pentingnya kejujuran akademik dan kesungguhan peserta dalam menghasilkan karya yang orisinal.

Di akhir sesi, Dr. Fahima mendorong para peserta untuk mampu mempresentasikan dan menjelaskan isi kandungan Al-Qur’an dalam karya mereka dengan terlebih dahulu mengemukakan ayat-ayat yang relevan sebagai dasar argumentasi. Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat keterkaitan antara gagasan ilmiah dan nilai-nilai Al-Qur’an yang dikaji.