Pemandangan Jalan Galela-Loloda. Sumber : Istimewa

Mgn-news.com, SofifiAnggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra Kasuba kini meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) agar mengalihkan anggaran jalan Trans Kieraha untuk pembangunan ruas jalan Galela-Loloda.

Usulan tersebut mempunyai alasan, menurutnya, ruas jalan Galela-Loloda sudah seharusnya dilakukan perbaikan, jika tidak maka akan berdampak buruk hingga memakan korban jiwa.

Nazla mengatakan pada tanggal 10 Desember 2025 kemarin, ada seorang guru Sekolah Dasar (SD) berasal dari desa Ngajam yang harus mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat di RSUD Tobelo tapi terpaksa meregang nyawa tepat dijalan tersebut.

Karena kondisi jalan yang rusak bahkan terus-menerus diterjang banjir di beberapa titik, maka untuk mendapatkan layanan medis yang memadai masyarakat Loloda terpaksa melewati bahaya bahkan bisa memakan korban.

“Bagi saya, ini bukan sekadar laporan di atas kertas. Sebagai DPRD Provinsi Maluku Utara dari Dapil 2, dan sebagai seseorang yang memiliki banyak keluarga di Loloda, kejadian seperti ini menyentuh langsung hati saya” tandasnya, saat dihubungi melalui via telepon, Jumat (12/12/2025).

Alasan tersebut mendorong Nazla untuk meminta agar pembangunan Jalan Trans Kie Raha dapat ditunda sementara, dan dialihkan lebih dulu ke perbaikan jalan serta jembatan Galela–Loloda.

“Ini bukan soal sentimen daerah, ini soal nyawa manusia yang setiap hari bergantung pada akses jalan yang aman” ucapnya.

Nazla mengatakan, jika dilihat dari sisi APBD, urgensi pembagunan dianggap sangat jelas maka Pemprov Malut harus mengambil langkah cepat.

“Pemerintah pusat sudah lebih dulu menurunkan bantuan pembangunan jalan, artinya perhatian dari pusat sudah ada. Kini masyarakat menunggu langkah nyata dari Pemerintah Provinsi untuk memastikan akses Galela–Loloda benar-benar aman”tandasnya.

Seraya menyampaikan keluhan masyarakat, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara ini juga mengaku bahwa masyarakat Galela dan Loloda tidak ingin mendengar alasan soal status jalan atau prosedur administratif.

Yang mereka butuhkan adalah keberpihakan dan tindakan cepat.

Baginya, Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dan sebagai Wakil Rakyat dari Dapil 2, dirinya akan terus menyuarakan ini sampai langkah konkret benar-benar diambil.

“Sampai hari ini, urgensi pembangunan Jalan Trans Kieraha masih dipertanyakan publik. Karena itu, sudah selayaknya program tersebut dievaluasi ulang, terutama ketika belum mendapatkan dukungan dan pembenaran yang jelas dari masyarakat”tutup Nazla (Red)