Anwar Husen, Plt Kepala Dinas Pertanian Malut

 

Mgn-news.com Sofifi-Rencana Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Distan Malut) melakukan pengadaan alat berat berupa excavator, bomag, Doser, Truk, dan Mobil Tronton, patut dipertanyakan.

Tidak main-main, nilai yang begitu fantastis bakal dialokasikan Distan Malut sebesar Rp 8,6 miliar untuk pembelian alat berat pertanian tersebut dengan menggunakan sistem swakelola.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pertanian, Anwar Husen, berjanji di tahun 2025 bakal melakukan pengadaan alat berat tersebut untuk membantu percepatan pembangunan jalan tani sepanjang 50 Km.

“Dengan daerah prioritas utama untuk mendapatkan alat itu adalah Kab. Halmahera Utara, dan bakal dilanjutkan ke daerah lain secara bertahap”tandas Anwar, (10/25)

Sebelumnya, pada tanggal 10 Juli 2025, Anwar dipanggil Komisi II DPRD Malut untuk meminta kejelasan terkait program yang ia janjikan bakal tuntas tahun 2025 tersebut. Said Banyo, Wakil Ketua Komisi II mengatakan pentingnya proyek tersebut karena menurutnya jalan tani merupakan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

“Kami ingin menekan pentingnya proyek ini, namun pengadaan traktor dan alat berat lainnya belum juga dimulai, padahal sudah bulan ketujuh kegiatan berjalan” ujar Said Banyo kala itu.

Anwar Husen ketika menghadiri kegiatan di Aula penginapan Yusmar yang berlokasi di Desa Balbar Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, dijumpai oleh awak media untuk meminta kejelasan progres program pengadaan alat berat yang dijanjikan oleh dirinya itu.

Ia dengan spontan menjawab belum ada, kemudian menanggapi dengan nada yang tidak serius, dan membatasi awak media untuk mempertanyakan hal tersebut

“soal alat berat belum ada, mau wawancara-wawancara apa lagi ce, saya mau ketemu tamu dulu” tandas Anwar , 14 Juli 2025, sambil meninggalkan rekan-rekan awak media yang menanti penjelasan detail soal pengadaan alat berat tersebut.

Ironisnya, Anwar juga kerap kali menolak permintaan wartawan untuk mewawancarai dirinya. Untuk mendapatkan informasi darinya sangat sulit oleh karena itu, sifat Anwar ini sangat membahayakan kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda yang lebih mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi pemerintahan.

Kala itu, pada tanggal 29 Juli 2025, wartawan media ini mencoba hubungi dirinya melalui chat whatsapp agar dapat memberikan informasi sesuai yang diharapkan. Dalam percakapan tersebut ada dua pertanyaan yang dikirim, pertama, program konkrit Distan Malut terkait ketahanan pangan dengan rantai pasok yang mau dikembangkan berasal dari daerah mana saja sebagai penyumbang terbesar nantinya, dan kedua, daerah-daerah sentra pertanian hortikultura yang jadi target untuk dikembangkan berada di daerah mana, dan apa yang mau dikembangkan. Anwar enggan menjawab itu.

Kemudian di tanggal yang sama, Anwar hadiri rapat bersama Wakil Gubernur Hi Sarbini Sehe, di depan sejumlah wartawan, media ni coba meminta tanggapan namun ia menolaknya dan kemudian pergi. Bukan hanya itu, beberapa kali bertemu untuk meminta pernyataannya pun, ia sering mengabaikan. Padahal, Pertanyaan itu sangat penting karena berkaitan dengan Program Nasional yaitu Hasta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan.

Sikap Anwar ini bertentangan dengan kebijakan Gubernur Sherly Tjoanda yang lebih mengedepankan transparansi. Bahkan sejauh ini Gubernur Sherly sangat terbuka memberikan informasi dalam keadaan dan kondisi apapun ketika diminta waktu wawancara Gubernur Sherly tetap ingin menemui awak media. red)