Mgn-news.com Ternate – Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Al-Qur’an hasil kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur dengan Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk (YPNM) Provinsi Maluku Utara resmi ditutup pada Selasa, 17 Desember 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Muara Hotel, Kota Ternate tersebut ditutup secara resmi oleh Mansur Ibrahim, selaku Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kasubag Kesra).

Seremoni penutupan diawali dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan peserta. Muhidin Maulud, yang mewakili peserta pelatihan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Kabupaten Halmahera Timur memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun perlu diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia, khususnya di bidang akademik dan penulisan ilmiah.

“Sebagai mahasiswa asal Halmahera Timur yang sedang menempuh pendidikan di Ternate, kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Pelatihan ini meningkatkan pemahaman dan kemampuan kami dalam penulisan karya ilmiah, terlebih para pemateri merupakan penulis-penulis handal, seperti Prof. Gufran Ali Ibrahim dan empat pemateri lainnya,” ujar Muhidin.

Ia juga berharap agar pelatihan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dapat ditetapkan sebagai program tahunan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat, tidak hanya untuk persiapan mengikuti lomba, tetapi juga membantu mahasiswa dalam penyusunan skripsi.

Sementara itu, Mansur Ibrahim dalam sambutan penutupan menjelaskan bahwa pelatihan ini sejak awal dirancang sebagai respons atas minimnya partisipasi putra-putri Halmahera Timur dalam cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) maupun Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ). Selama ini, kata dia, hampir tidak ada mahasiswa maupun pelajar dari Halmahera Timur yang mendaftarkan diri pada cabang lomba tersebut.

“Oleh karena itu, Bagian Kesra mendorong penganggaran kegiatan ini pada pembahasan APBD Perubahan. Alhamdulillah disetujui oleh DPRD Halmahera Timur, bahkan mereka menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, meskipun anggarannya masih terbatas,” ungkap Mansur.

Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan uji coba perdana. Berdasarkan laporan Ketua Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk, Salim Taib, antusiasme peserta sangat tinggi. Bahkan, jumlah pendaftar melalui Google Form mencapai sekitar 200 orang, jika panitia tidak melakukan pembatasan.

Di akhir sambutannya, Mansur Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana serta seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh keseriusan. Ia optimistis, hasil dari pelatihan ini akan terlihat pada MTQ tahun 2026 mendatang.

“Saya yakin, pada momentum MTQ 2026 sudah akan ada peserta yang mendaftar dan mewakili 10 kecamatan di Halmahera Timur untuk cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an,” pungkasnya.