M. Fajar, Ketua PKC PMII Malut.
Sofifi – Ditengah-tengah euforia piala Dunia yang dibuka dengan negara langganan seperti, Brazil, Argentina, Belanda, Jerman dan juga Prancis membawa suasana khas jika Maluku Utara, salah satu Provinsi Kepulauan yang berada di Indonesia Timur ini dibanjiri semangat para pendukung negara-negara yang mereka jagokan.
Hal ini memberikan magnet kehidupan di mana Maluku Utara menjadi provinsi dengan ciri khas penikmat bola terbaik mulai dari kalangan anak-anak muda, Ibu-ibu, hingga bapak-bapak.
Bendera yang di bawah pawai memberi kesan jika seandainya, Indonesia lolos piala Dunia, menjadi momentum di mana para pendukung negara yang mereka jagokan sudah tentu tetap mensupport tim nasional Indonesia.
Untuk itu, Ketua wilayah Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara, Muhammad Fajar Djulhijan, mengajak agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas dalam pawai kemenangan.
Menurutnya, kata Fajar, si kulit bundar merupakan salah satu olahraga pemersatu bangsa yang mampu mengikat berbagai macam elemen masyarakat.
“Kita di Maluku Utara usai perang Dunia satu dan dua, kita sudah memiliki klub sepak bola yang kini dikenal Persatuan Olahraga Mereka( PORAM) menjadi salah satu klub kebanggan tahun 1950 an setelah itu baru Persiter yang menyatukan masyarakat dalam kontestasi Olahraga Nasional ” unjarnya.
Meski banyak yang menilai jika antusias yang berlebihan oleh masyarakat dalam mengibarkan bendera negara lain dapat mempengaruhi nasionalisme, bagi Fajar, hal itu tidak dapat disamakan karena Indonesia saja yang belum memiliki kesempatan masuk piala Dunia.
“Saya pikir, pandangan itu keliru, Kita di Maluku Utara ini punya fanatik kuat terhadap sepak bola, jika kemarin Indonesia lolos misalnya, mau pendukung argentina, prancis, Portugal, Brazil, Inggris maupun Belanda bakal mendukung penuh timnas Indonesia, kenapa, karena itu harapan besar satu Republik ini agar Indonesia dapat berkompetisi di kancah internasional” ungkap Fajar.
Ia meminta agar masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan adu domba seakan Piala Dunia kali ini merupakan bentuk klaim di mana, negara yang dijagokan masing-masing dapat merebut si kulit emas sebagai bentuk prestasi gemilang tim yang mereka dukung.
“Mau argentina, Brazil, Jerman atau tim apapun yang masyarakat dukung silahkan asalkan mampu saling menjaga keamanan dan ketertiban sebagai contoh hindari tawuran sesama suporter” tuturnya.







