Amir Abdullah dalam sesi foto bersama serah Terima penghargaan.
Tikep – Kepala Desa Balbar Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, Amir Abdullah, kembali melukis prestasi di kancah nasional. Melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Amir kembali diundang sebagai satu-satunya Kades di Maluku Utara untuk turut hadir dalam rangka meningkatkan tata kelola proses Pengadaan Barang/Jasa Desa menuju arah yang lebih baik.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders strategis dalam rangka melakukan “Replikasi Pengukuran Tingkat Kematangan Pengadaan Barang/Jasa Desa” ke desa lain agar mendorong terciptanya proses saling belajar antar desa dalam perbaikan tata kelola dalam rangka menuju desa mandiri dan desa anti korupsi.
Kehadirannya di Gedung LKPP Jakarta bukan hanya membawa nama baik Desanya yang ia pimpin, partisipasinya justru kembali mengharumkan nama Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara.
Sebelumnya, beberapa penghargaan nasional sudah ia torehkan menjadikannya sebagai salah satu Kades yang memiliki tata kelola pemerintahan yang baik dan berjangka mendukung pembangunan Desa.
Mulai dari Bunda paud Nasional tahun 2018, kemudian mendapatkan penghargaan Nasional dari Kementerian Desa, sebagai salah satu desa di Maluku Utara yang mampu mengelola sumber potensi desa sehingga diberikan penghargaan sebagai desa mandiri tahun 2019.
“Hari ini penganugerahan Desa matang pengadaan barang dan jasa nasional di jakarta tahun 2024-202, besok acaranya jadi sudah tiga penghargaan Nasional Desa Balbar dapat” ungkap Amir, Selasa (19/5/26).
Meski dilanda rasa trauma dalam keluarganya, akibat penyerangan yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan “Presidium Tidore” terhadap rumahnya tahun lalu karena mendukung Daerah Otonomi Baru Sofifi sebagai langkah memajukan Ibu Kota Provinsi.
Baginya, kata Amir, langkah terbaik untuk dilakukan adalah menjadikan semua peristiwa itu sebagai motivasi untuk berbenah sekaligus menjemput perubahan di masa yang akan datang. Apalagi, kegiatan ini bertujuan untuk berkontribusi terhadap desa lain.
“Saya memaafkan semua itu, tapi lupa tidak, dan sekarang saya diberi kepercayaan sebagai lokomotif gerakan untuk partisipasi ke desa lain dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa desa pasca balik dari kegiatan” ujar Amir.
Sebagai aktivis yang Pro DOB ia tetap komitmen untuk kembali mengabdi sesuai arahan demi kemajuan desa-desa yang ada di daratan Oba Kota Tidore Kepulauan.







