MGN-news Sofifi, Maluku Utara – Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara angkat bicara terkait polemik Anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang menuai kritik dari berbagai kalangan.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara Syarif Abdulah berharap, agar semua Kepala kepala Daerah di Maluku Utara membangun komonikasi subtansial sebagai ciri kepemimpinan birokrasi. Selain itu ia juga berharap kepala daerah agar menghindari debat di ranah publik sebagai bagian dari cara mengedukasi publik dengan tetap menjadi suri teladan untuk masyarakat.

Menurutnya, Saling mengharagai dan menghormati dalam pengelolaan hak dan kewajiban jauh lebih terhormat dari pada saling menyalahkan satu sama lain. Sikap ini penting sebagai panduan dalam menjalankan roda pemerintahan yang bermartabat, sambungnya.

Mantan Sekretaris Umum itu juga berharap semua  kepala daerah di Maluku Utara rukun dan jangan membuat gaduh. Sebab akan merusak spirit semboyan “marimoi ngone futuru” di Maluku Utara yang selama ini kita gaungkan. Jadi lebih baik fokus pada setiap program yang sudah dijanjikan kepada masyarakat saat kampanye. Sebab itu yang jauh lebih penting dan yang dibutuhkan masyarakat saat ini, tutupnya.