Oleh

Irfandi R. Hi Mustafa

(Dosen Prodi IPS Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara)

 

Pendidikan menjadi salah satu pilar penting demi kemajuan suatu daerah, negara maupun bangsa. Seperti menurut Feni (2014) pendidikan merupakan suatu bimbingan yang telah diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak dengan tujuan untuk mencapai kedewasaan agar anak cukup cakap menjalankan tugas hidup secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Pendidikan yang berkualitas menjadi tonggak penggerak dengan mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat khususnya Maluku Utara. Pendidikan menjadi prioritas ekonomi karena potensi sumber daya alam yang melimpah ruah sehingga untuk memastikan bahwa masyarakat Maluku Utara dapat memanfaatkan sumber daya secara optimal. Kenyataannya? Mungkin banyak problem yang tidak pernah habis untuk dibahas serta didiskusikan, tetapi penulis lebih memilih untuk memberikan kontribusi solusi pendidikan harus menjadi prioritas utama untuk ekonomi masyarakat.

 

Beberapa hari kemarin kita sudah menyaksikan pelantikan serentak kepala daerah dalam hal ini gubernur, wakil gubernur, walikota, wakil walikota, bupati dan wakil bupati se-Indonesia. Sorotan utama penulis pada kepemimpinan Sherly-Sarbin tugas utama dengan mengucapkan statement prioritaskan pendidikan kesehatan bagi masyarakat Maluku Utara. Hal ini disampaikan salah satu media lokal Halmaheranisia (5/3/25) “Sherly-Sarbin dengan tegas mengatakan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas dalam program 100 hari kerja masa jabatannya”. Berdasarkan program yang disampaikan, pastinya pada kalangan maupun lapisan masyarakat tetap mengawal dan mendukung kinerja sehingga bisa mencapai yang telah direncanakan dan dituangkan program kerja pemerintahan saat ini.

 

Penulis ingin menyampaikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat untuk pengembangkan ekonomi yang berkelanjutan, salah satunya harus “Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas” karena bisa menjadi kunci sebagai pengembangan ekonomi yang baik. Kalua menciptakan pendidika yang baik bisa jadi masyarakat di Maluku Utara dapat mengembangkan keterampilan dan kecukupan pengetahuan sehingga berpartisipasi pada sektor ekonomi dilihat dari pertanian, perikanan sampai pada pariwisata. Mengutip buku yang ditulis Z.M Utama (2020) tentang Manajemen Sumber Daya Manusia mengatakan bahwa SDM adalah asset yang berharga bagi perusahaan agar dapat menjalankan suatu bisnis atau jasa dengan efektif dan memuaskan. Sehingga salah satunya adalah vokasi dan pelatihan keterampilan harus diperkuat sehingga lulusan siap menghadapi dunia kerja.

 

Pendidikan bukan hanya mendorong dan berfungsi yang menciptakan tenaga kerja yang terampil, tetapi perlu diketahui harus ada yang “Mendorong Inovasi dan Semangat Kewirausahaan”. Hal tersebut dengan memberikan pendidikan yang selalu menekan pada kreativitas dan pemecahan masalah. Generasi di Maluku Utara sudah harus menjadi pengusaha yang mampu menghadirkan lapangan kerja baru dan berkontribusi pada ekonomi lokal. Apalagi pada perguruan tinggi telah diwajibkan untuk mengajarkan kepada generasi berwirausaha. Menurut Aisyahrani (2024) dalam penelitiannya mengatakan kewirausahaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesjahteraan masyarakat antaranya menciptakan lapangan kerja. Selain itu, Mantan Pejabat Sekretaris Daerah (Dr. Abubakar Abdullah) pada kegiatan Talkshow Transformasi Berdaya Saing BUMDesa/UMKM di Ternate di tahun 2024 yang menekankan hal tersebut (kegiatan) sangat penting karena secara langsung menjadi kebutuhan bagi para pelaku usaha sehingga memperluas usaha mereka dengan cara berinovasi.

 

Maluku Utara manjadi salah satu daerah dengan ketimpangan ekonomi yang bukan hanya sebuah ilusi semata, tetapi menjadi senjata mematikan pada stabilitas sosial maupun politik yang selalu menjadi pemisah antara miskin dan kaya semakin jauh dan lebar. sehingga pendidikan yang merata juga dapat Mengurangi Ketimpangan Ekonomi di Maluku Utara dengan cara memberikan akses pendidikan yang setara bagi semua lapisan masyarakat termasuk masyarakat yang berada di daerah terpencil. Penulis memastikan bahwa untuk setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk memenuhi taraf hidup mereka. Hal tersebut bisa berdampak positif pada perekonomian daerah Maluku Utara.

 

Pendidikan sebagai prioritas ekonomi wajib diperlukan “kolaborasi” yang era tantara pemerintah, swasta dan masyarakat. Pemerintah Maluku Utara harus meningkatkan anggaran untuk pendidikan, sementara dari swasta harus lebih detail berperan dalam memberikan pelatihan maupun magang. Kita jangan mengesampingkan masyarakat. Mereka harus dilibatkan dalam proses pendidikan tersebut sebagaimana untuk memastikan kurikulum yang telah diajarkan dipastikan harus relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal Maluku Utara. Hal itu menjadi langkah strategis untuk menciptakan untuk menciptakan masa depan Maluku Utara yang lebih baik.