Dok: Hasil Proyek
Mgn-news.com, HALTIM-Proyek pembangunan Gorong-gorong paket 1 di Desa Subaim, Halmahera Timur, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dinyatakan rampung ternyata menyisakan persoalan baru.
Sesuai pantauan media pada (07/01/2025), Bekas tanah galian di sekitar lokasi proyek dibiarkan menumpuk tanpa penataan maupun pembersihan, sehingga menuai keluhan warga.
Pantauan di lapangan menunjukkan gundukan tanah masih berada di sisi Gorong-gorong, bahkan sebagian menutup bahu jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan karena licin.
Kabid Humas Karang taruna Baabmalamo Desa Subaim Muis,menilai kontraktor pelaksana terkesan hanya mengejar penyelesaian fisik Gorong-gorong tanpa memperhatikan dampak pasca proyek.
“Pasalnya gorong-gorongnya memang sudah jadi kurang lebih dua tiga Minggu yang lalu, tapi tanah galian dibiarkan begitu saja. Kalau hujan, licin.” ungkap Muis
Selain mengganggu akses dan keselamatan, tumpukan tanah galian juga berpotensi membahayakan pengendara bermotor akibat licin.
Muis mendesak dinas teknis terkait untuk segera memanggil pihak kontraktor dan melakukan penertiban. Mereka meminta agar pembersihan dan penataan lingkungan menjadi bagian penting dari tanggung jawab proyek, bukan sekadar pelengkap.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.
Masyarakat berharap pengawasan diperketat agar setiap proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat tanpa meninggalkan dampak negatif.







