Abubakar Abdullah
Akses pendidikan mempunyai arti bahwa setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelayanan pendidikan secara baik, (Abubakar Abdullah).
Mgn-news.com, Sofifi – Kurang lebih sepuluh bulan Abubakar Abdullah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk menjalankan program unggulan sekolah gratis yang digagas oleh Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Hi Sarbini Sehe. Sekolah gratis ini terbilang sukses karena tidak hanya menyasar ke sekolah negeri saja, namun sentuhannya sampai ke sekolah swasta baik madrasa alia, maupun Sekolah keagamaan lainnya.
Tepat 6 November 2025, kini Abubakar resmi dilantik oleh Wakil Gubernur, Hi Sarbini Sehe menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan definitif sesuai SK Gubernur Nomor 800.1.3.3/KEP/JPTP-MU/02/XI/2025t entang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, tertanggal 5 November 2025.
Keputusan Gubernur Sherly Tjoanda menetapkan Abubakar Abdullah sebagai Kadisbud definitif bukan tanpa alasan, sebab, selama menjabat sebagai Plt, sosok yang disapa AKA ini memiliki peran besar untuk menghapus pungutan yang selama ini menjadi beban bagi orang tua siswa.
Dimana, seluruh sekolah negeri SMA, SMK, dan SLB di Malut berhasil digratiskan. Tidak sampai disitu, dimata Abubakar, semua tempat pendidikan harus diberlakukan secara adil sejak dalam pikiran juga dalam tindakan. Olehnya itu, diperlukan perhatian dari pemerintah untuk pemerataan. Maka dalam program pendidikan gratis diperluas mencakup ke sekolah swasta, dan sebanyak 273 satuan sekolah swasta SMA, SMK, madrasah, aliah dan sekolah keagamaan lainnya merasakan langsung program ini.
Jika dihitung secara keseluruhan, baik sekolah swasta maupun negeri, jumlah siswa yang terkonfirmasi sebanyak 70.983 merasa sangat terbantu oleh program unggulan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Hi Sarbini Sehe yang dianggarkan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Bagi AKA, dirinya didefinitifkan bukanlah hal baru dalam birokrasi, namun ada hal yang lebih urgen terkait sektor pendidikan di Malut. Untuk itu, dibutuhkan keseriusan dalam menyikapi masalah ini, terutama menekan angka Anak Putus Sekolah (ATS).
AKA menjelaskan, masalah ATS kini menjadi isu krusial. Di bawah perintah Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Hi Sarbini Sehe. AKA mengedepankan pikiran yang terbilang visioner sebagai upaya menekan laju pertumbuhan ATS. Ia memastikan dua hal sebagai jaminan, pertama adalah akses pendidikan harus terpenuhi, dan kedua menjaga atau mengendalikan mutu pendidikan di Malut.
“Angka anak putus sekolah di Maluku Utara tercatat tiga puluh lima ribu, sehingga Ibu Gubernur memerintahkan kami untuk mengendalikan akses pendidikan, maka minimal dari tahun ke tahun angka ini harus cenderung turun” ungkap AKA, Kamis, (6/11/2025).
Menurutnya, akses pendidikan mempunyai arti bahwa setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelayanan pendidikan secara baik. Maka, untuk memenuhi akses agar dapat menjangkau serta menjamin hak anak mengakses pendidikan, diperlukan kolaborasi program, terutama keterlibatan stakeholder, masyarakat, serta pemerintah kabupaten kota dalam upaya menekan ATS.
Ada beberapa program yang direncanakan ke depan, nama programnya adalah “Sekolah Terbuka” AKA mengatakan Program ini merupakan perintah langsung dari Gubernur Sherly Tjoanda, yang berarti harapan besar pendidikan Malut selama Gubernur Sherly menjabat dibutuhkan pejabat yang berkompeten menyelesaikan masalah teknis serta mampu merumuskan solusi penanganan yang dibilang harus tepat sasaran.
“Ibu Gubernur memerintahkan kami untuk menjalankan satu program namanya sekolah terbuka, sehingga kami diberi saran untuk mempelajari praktik baik yang telah dilakukan di Provinsi lain terutama di Jawa Barat, karena disana ada praktik baik yang dijalankan terkait sekolah terbuka, sehingga anak-anak yang tidak sekolah itu dapat kembali bersekolah yang didaftarkan dalam Dapodik” ucap AKA
Dengan konsep setiap anak berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik, AKA merencanakan kedepannya, Dikbud Malut bakal berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota untuk membangun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program ini bertujuan memberi peluang bagi mereka yang masuk dalam indikator ATS.
AKA menguraikan, ATS dibagi menjadi tiga, yang pertama, anak yang tidak pernah bersekolah, kedua anak yang bersekolah tapi tidak melanjutkan, dan yang ketiga adalah anak yang bersekolah tapi di drop out (dikeluarkan dari sekolah, red) “Itu komponen ATS dan saat ini kita belum menemukan faktor apa yang paling dominan mempengaruhi itu, apakah ekonomi, kawin dini, daya tarik lapangan pekerjaan, ataukah faktor budaya” jelas AKA.
Maka dari itu, Ia menambahkan PKBM menjadi langkah yang terbilang inovatif selain sekolah terbuka, untuk membuka akses seluas-luasnya bagi siapa saja agar jaminan konstitusionalnya merasakan pendidikan dapat terpenuhi.
“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota untuk bisa mendorong PKBM baik paket A, B maupun C, dengan begitu ruang dan kesempatan anak-anak bisa terbuka” ujar AKA.
Tidak hanya itu, ia mencanangkan gebrakan besar untuk mengusulkan kepada Gubernur Sherly agar BOSDA tahun 2026, dapat dialokasikan untuk belanja atribut berupa seragam sekolah yang nantinya diberikan gratis kepada siswa-siswi yang kurang mampu.
“Terutama siswa dengan kategori desil satu, dua, dan tiga, kalau problemnya pakaian seragam kita akan upayakan untuk bisa diintervensi untuk mengurangi beban orang tua siswa” tandas AKA.
Bagian lain, Gubernur Sherly Tjoanda saat ditemui awak media Kamis, (6/11/2025) depan kantor Gubernur Malut, menitip harapan bagi kepala OPD yang baru dilantik definitif, termasuk AKA. Harapan ini sebagai sinyal bahwa AKA pasti bisa menyelesaikan tugas dan tanggung jawab jabatannya untuk menangani masalah di sektor pendidikan sebagai program prioritas utama.
“Muda-mudahan di jabatan baru, bekerjalah dengan baik, ada pakta integritas yang ditandatangan, ada target kinerja yang diberikan jika baik akan dilanjutkan” tutur Sherly. (Rot/Red).







