Plt Kadis Pertanian, Anwar Husen
Mgn-news.com, Sofifi – Dinas Pertanian (Distan) Maluku Utara (Malut) menargetkan pembukaan lahan sebesar 2000 hektar yang diprioritaskan untuk penanaman jagung guna menyediakan pakan ternak ayam petelur. Lahan ini nantinya dikelola oleh PT. Japfa Comfeed International Tbk yang telah dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MOU) 23 Juli 2025 lalu.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Anwar Husen, saat diwawancarai media ini, mengatakan bahwa selain pengembangan tanaman jagung PT. Japfa juga nantinya berencana berinvestasi untuk mendirikan industri ayam petelur di Maluku Utara. Namun saat ini proses realisasinya belum jalan sehingga Anwar berharap ditahun depan kesepakatan tersebut bisa diwujudkan oleh PT. Japfa.
“Kita telah bekerja sama dengan PT. Java Indonesia dalam hal ini mengusahakan ayam petelur, semoga tahun depan sudah bisa jalan karena kemarin sudah tanda tangan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan” Ungkap Anwar, Jumat, 28 Juli 2025.
Program ini menurut Anwar sangat penting mengingat salah satu pangan yang sering kena imbas inflasi adalah telur ayam. Oleh karena itu ia berharap penuh realisasi MOU dari PT. Japfa agar mampu menekan inflasi juga mampu menyediakan pakan ternak untuk para peternak di Maluku Utara.
“Mudah-mudahan PT. Japfa merealisasikan kerja sma kita dengan mereka agar mampu menekan inflasi telur, kalau PT. Japfa berhasil maka dia akan mendirikan pabrik untuk mempermudah akses pangan ternak bagi para peternak di Maluku Utara. Sehingga terkait dengan ayam pedaging dan petelur bisa terpenuhi di Maluku Utara” harap anwar.
Anwar melihat inflasi yang terjadi di Maluku Utara disebabkan karena adanya ketergantungan rantai pasok dari luar daerah, bukan hanya telur namun kebutuhan daging ayam juga. Salah satu penyebab menurunnya ketersediaan pakan ternak yang ada di Maluku Utara cukup mahal sehingga para peternak agak sulit berkembnag.
“karena inflasi di Maluku Utara selain telur, daging ayam masih kita pasok dari luar, masalahnya di pakan ternak kita sangat mahal untuk para peternak di Maluku Utara” ujar Anwar.
PT. Japfa sendiri sepakati sediakan lahan 2000 hektar di Kab. Halmahera Utara untuk pengembangan tanaman jagung yang nantinya disuplai ke pakan ayam petelur. Lahan yang nantinya digunakan oleh PT. Japfa, Anwar mengatakan ada salah satu lahan bekas perusahan pisang PT. Sinar Mas yang ada di Galela.
“Dia akan menggunakan layanan PT. Sinar Mas salah satu perusahaan pisang yang ada di Galela Kab. Halmahera Utara” tutup Anwar. (red)







