Konferensi pers bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Haltim, Muhammad Abdullah, didampingi langsung  oleh Ketua Yayasan Nahdiyatul Mulk Maluku Utara, Salim Taib

 

Mgn-news.com, Ternate — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Pemkab Haltim) bersama Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk Maluku Utara menggelar konferensi pers terkait Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Al-Qur’an, di Muara Hotel Ternate. Senin (15/12/2025).

Konferensi pers tersebut dipimpin Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Haltim, Muhammad Abdullah, didampingi langsung  oleh Ketua Yayasan Nahdiyatul Mulk Maluku Utara, Salim Taib, serta perwakilan panitia dan narasumber.

Muhammad Abdullah yang mewakili  (Pemkab Haltim) menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang literasi keislaman dan akademik.

“Pelatihan KTI Al-Qur’an ini bertujuan membekali pelajar dan mahasiswa dengan kemampuan menulis karya ilmiah yang sistematis, metodologis, dan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Abdullah kepada wartawan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Halmahera Timur tahun 2026, khususnya pada cabang lomba karya tulis ilmiah.

“Selain untuk MTQ, pelatihan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menyusun skripsi serta karya ilmiah lainnya,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Nahdiyatul Mulk Maluku Utara, Salim Taib, juga mengungkapkan bahwa kegiatan lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya minat peserta pada cabang lomba karya tulis ilmiah dalam MTQ maupun STQ.

“Selama ini cabang karya tulis ilmiah kurang diminati. Dari situ kami berinisiatif menggelar pelatihan ini dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Halmahera Timur,” jelas Salim.

Baginya, pelatihan ini menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi yang memiliki kompetensi dan reputasi di Maluku Utara, sehingga diharapkan mampu mendorong lahirnya penulis-penulis muda Qur’ani.

“Kami ingin budaya literasi keislaman tumbuh dan membumi di Haltim. Menulis berbasis Al-Qur’an harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.

Konferensi pers tersebut juga menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan langkah awal pembinaan berkelanjutan bagi peserta khususnya anak muda agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan aplikatif ditengah masyarakat.