Wakil Gubernur Bersama Distan Malut.
Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara (Distan Malut), terus mengawal jalannya proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 20 Km di Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai rencana, Wakil Gubernur Malut, KH. Sarbin Sehe bersama Kepala Dinas Pertanian Anwar M. Nur, meninjau langsung lokasi proyek pada Selasa (21/7/2026).
Demi dan untuk pemerataan infrastruktur, Proyek ini tersebar pada lima desa, yakni Desa Maffa (2,5 km), Kebun Raja (3 km), Waimili (6 km), Lalubi (3 km), dan Desa Sumber Makmur (6 km).
Dengan total anggaran sebesar Rp3.379.284.000 itu menggunakan dua metode pengerjaan, yakni swakelola untuk pembukaan ruas badan jalan, penghamparan, serta pemadatan material, dan metode penyedia jasa khusus untuk pengadaan material jalan dengan total volume timbunan mencapai 12.000 kubik.
Berdasarkan progres gabungan pekerjaan proyek tersebut, saat ini telah mencapai 49 persen, dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Tim Teknis Lapangan, Muken Marcell, menjelaskan bahwa tahapan pembersihan dan pembukaan badan jalan kini telah mencapai sepanjang 12 kilometer.
“Material timbunan dalam proses. Kurang lebih satu titik sudah tersedia materialnya, dan di empat titik lainnya juga dalam proses,” ujar Muken.
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Maluku Utara, Abdurahman Selayar, menyatakan bahwa pembukaan badan jalan dan penimbunan material di satu titik telah berjalan kurang lebih 3 kilometer. Pihaknya merencanakan penimbunan di empat titik sisa akan dimulai pekan depan.
“Material timbunan dari sumber galian hasil uji kelayakan sudah tersedia. Progres rata-rata keseluruhan berada di angka 49 persen. Kami optimistis target selesai sesuai jadwal, di akhir Agustus sudah bisa rampung 100 persen,” tandas Abdurahman.
Lebih lanjut secara khusus untuk Desa Maffa, Abdurrahman menjelaskan bahwa pembukaan badan jalan telah mencapai kurang lebih 4 kilometer, dengan material hamparan dasar untuk peningkatan badan jalan yang sudah rampung sepanjang 3 kilometer.
Abdurrahman menambahkan, bahwa material untuk jalan akan segera dikerjakan begitu uji kelayakan material keluar. Menurutnya ini penting demi percepatan akses masyarakat menuju wilayah perkebunan.







